Kamis, 13 Mei 2021 12:16

​Wacana Sekolah Tatap Muka Mulai Juli 2021, Amankah untuk Anak Kita?

Senin, 15 Maret 2021 15:41 WIB
Editor: mma
​Wacana Sekolah Tatap Muka Mulai Juli 2021, Amankah untuk Anak Kita?
Ilustrasi. Xinhua/Kaikeo Saiyasane/ Tempo

Oleh: Nauvila, FKP UNAIR --- Beberapa waktu lalu dalam siaran langsung yang disiarkan melalui kanal youtube Sekretariat Presiden pada tanggal 24 Februari 2021, Presiden Jokowi meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi guru, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan di SMAN 70 Jakarta. Orang nomor satu di Indonesia ini menyampaikan targetnya dapat menyelesaikan proses vaksinasi 5 juta guru, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan di bulan Juni 2021. Harapannya saat mulai tahun ajaran baru di bulan Juli 2021 sekolah tatap muka sudah bisa dilaksanakan. 

Lantas yang menjadi pertanyaan saat ini adalah apakah aman untuk anak kita nantinya apabila sekolah tatap muka dilaksanakan?

Dalam hal ini tentunya kita sebagai orang tua berhak mempertanyakan jaminan keselamatan anak kita apabila sekolah tatap muka dilaksanakan. Rupanya WHO telah mengeluarkan guideline persiapan sekolah tatap muka dibuka kembali, tentunya dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi dan melihat perkembangan situasi pandemi COVID-19 di masing-masing negara. 

Dikutip dari website World Health Organization (WHO) sebuah publikasi pada tanggal 11 Desember 2020 yang berjudul “Cheklist to support schools re-opening and preparation for COVID-19 resurgences or similiar public health crises”, WHO menyatakan penutupan sekolah berkepanjangan selama pandemi COVID-19 dapat menurunkan penerimaan pembelajaran serta mempengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak-anak. Semakin lama seorang siswa tidak bersekolah, semakin tinggi resiko putus sekolah.

BACA JUGA : 

Cegah Virus India, Inggris, dan Afsel, Khofifah Isolasi 3.636 Pekerja Migran, 33 Orang Positif

Banyak Nyawa dan Ekonomi Terdampak Akibat Kasus Penjualan Rapid Test Bekas Karyawan Kimia Farma

Pastikan Proses KBM Sesuai Prokes, Mas Bup Dhito Kunjungi SMP Negeri Ngadiluwih

​Tak Ada Jam Istirahat, Wali Kota Kediri Sidak Kesiapan Sekolah Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Berdasarkan laporan dari beberapa negara dan penelitian terbaru menyatakan sebanyak 8,5% anak-anak dibawah 18 tahun dilaporkan terkonfirmasi positif COVID-19. Angka kematian dilaporkan lebih sedikit pada kelompok usia ini dibandingkan kelompok usia lainnya. Selain itu, umumnya COVID-19 ini cenderung ringan dan jarang terjadi keparahan pada usia di bawah 18 tahun. 

Berdasarkan pertimbangan tersebut WHO mengeluarkan “The Inter-Agency Standing Committee’s Interim Guidance for COVID-19 Prevention And Control in School and The Framework for Reopening School” yaitu sebuah buku panduan untuk pencegahan penularan COVID-19 di sekolah dan persiapan pembukaan sekolah tatap muka. Dalam panduan tersebut terdapat checklist yang dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dimulai yaitu: kebersihan tangan dan etika pernapasan, menjaga jarak, penggunaan masker di sekolah, pembersihan lingkungan sekolah dan ventilasi yang baik, serta melakukan isolasi apabila ada gejala.

Apabila rencana sekolah tatap muka dimulai bulan Juli 2020, tentunya harus ada bukti terlebih dahulu grafik penurunan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah Indonesia harus mulai ngebut mempersiapkan berbagai program dan kebijakan serta buku panduan terkait pencegahan penularan COVID-19 di sekolah. Sekolah harus mempunyai pedoman yang jelas terkait pencegahan penularan COVID-19 serta tersedianya sarana prasarana yang memadai seperti masker, wastafel, sabun cuci tangan, hand sanitizer, dan ventilasi udara yang baik disetiap ruangan kelas dan ruang guru.

Tak lupa juga guru harus selalu mengingatkan siswanya untuk mencuci tangan, selalu menjaga jarak dengan teman, kepatuhan penggunaan masker, dan melakukan pengaturan jam makan siang untuk menghindari kumpul makan bersamaan. Yang terpenting adalah tugas guru dan kita sebagai orang tua untuk selalu memberikan edukasi kepada siswa atau anak kita untuk melakukan gerakan 5M (Memakai Makser, Mencuci Tangan Pakai Sabun dan Air Mengalir, Menjauhi Kerumunan, serta Membatasi Mobilitas dan Interaksi. 

Rencana pelaksanaan sekolah tatap muka ini masih pro dan kontra di Indonesia. Kita berharap dengan program pemerintah mempercepat vaksinasi ini merupakan satu langkah kita dapat terbebas dari virus COVID-19. Dalam situasi pandemi seperti ini kita harus saling support dan bekerja sama dengan baik antara pemerintah selaku pemangku kebijakan dan kita sebagai masyarakat umum agar kita dapat bersama sama menghadapi situasi yang sulit ini. Pandemi bukan akhir dari segalanya, dengan saling berpegangan tangan kita pasti akan bisa melewatinya. 

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 13 Mei 2021 08:15 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Tulisan Dahlan Iskan tentang Revolusi Energi edisi 2 ini menarik dinikmati pada Hari Raya Idul Fitri. Memang tergolong berat dan berbobot. Tapi mudah dicerna. Apalagi ditulis secara "sederhana" dalam bentuk pointer-pointer ...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...