Senin, 10 Mei 2021 05:24

Terungkap, Motif Pelaku Pembunuhan Pelajar SMP di Sidoarjo Gara-gara Chip Game Online

Jumat, 12 Maret 2021 21:52 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy Herlambang
Terungkap, Motif Pelaku Pembunuhan Pelajar SMP di Sidoarjo Gara-gara Chip Game Online
Jenazah korban saat pertama kali ditemukan di dalam parit.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Sedikit demi sedikit peristiwa pembunuhan yang dilakukan HNF (27) dan BY (25) terhadap korban Andika Reza Rahmadani (14) warga Desa Lambangan, Kec. Wonoayu, Sidoarjo mulai terungkap. Hal itu setelah kedua pelaku berhasil dibekuk anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Menurut informasi salah satu kerabat korban, sebut saja cak Tepos, bahwa antara korban Andika dan kedua pelaku adalah tetangga. Tak hanya itu, antara korban Andika dan kedua pelaku juga masih mempunyai hubungan kerabat dekat. Deretan rumah mulai timur sampai barat, semua masih famili. "Kedua pelaku masih saudara dekat korban," kata Cak Tepos, Jumat (12/03/21).

Dua hari sebelum kejadian, tepatnya hari Rabu (03/03/21), korban Andika disuruh kedua pelaku beli minuman keras di Desa Jogo Satru, Sukodono. Karena Andika usianya yang paling muda atau paling kecil di antara teman-temannya, jadi ia sering disuruh-suruh oleh pelaku. Tak hanya itu, Andika juga sering dimintai uang oleh para pelaku.

Selanjutnya setelah mendapatkan miras, para pelaku langsung pesta miras bersama teman-temannya di pinggir kali. Usai menghabiskan miras, kedua pelaku menuju ke warkop, yang tiap hari ditempati pelaku untuk main game online Jackpot.

BACA JUGA : 

Laksanakan Pengamanan, Upaya Berikan Rasa Aman Umat Kristen Dalam Beribadah

Bocah Pembakar Rumah di Sidoarjo Mengaku Sering Diperlakukan Kasar

Pastikan Operasi Ketupat 2021 Lancar, Irwasum Polri Tinjau Pos Pam Terminal Bungurasih

50 Pemudik Disuruh Putar Balik di Pos Penyekatan Sidoarjo

Saat asyik bermain game online, ternyata kedua pelaku kalah dalam permainan dan chip habis. Maksud hati kedua pelaku ingin membeli chip, namun tak punya uang. Nah, dari situlah niat jahat keduanya timbul ingin menguasai motor pelaku.

Selain itu, pelaku juga ingin menguasai handphone korban Andika. Lantaran saat itu korban Andika memasang status di aplikasi WhatsApp yang berisi screenshot chip game online Jackpot yang nilainya luar biasa. Padahal, screenshot itu diambil korban Andika dari status seseorang. "Chip itu jika diuangkan senilai kurang lebih Rp 7 juta," jelas cak Tepos.

Keluarga korban sangat berterima kasih kepada anggota Polresta Sidoarjo yang telah mengungkap penyebab meninggalnya korban Andika Reza Rahmadani. Dan keluarga korban pun juga meminta kepada penegak hukum untuk menghukum kedua pelaku seberat-beratnya. "Saya berharap pelaku dihukum seadil-adilnya," pungkasnya. (cat/ian) 

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 10 Mei 2021 05:19 WIB
Oleh: Dahlan Iskan---LEBARAN kompak: hari Kamis, 13 Mei 2021. Maka, Disway edisi Rabu, Kamis, Jumat di sekitar Lebaran itu, saya akan menurunkan tiga tulisan tentang kebijakan energi untuk kebangkitan negeri.Lebaran tahun ini banyak waktu untuk memba...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...