Rabu, 21 April 2021 05:40

Kapolresta Banyuwangi Serahkan 25 Ribu Masker ke Pondok Pesantren

Jumat, 26 Februari 2021 13:40 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Teguh Prayitno
Kapolresta Banyuwangi Serahkan 25 Ribu Masker ke Pondok Pesantren
Kombes Arman Asmara Syarifudin menyerahkan 25 ribu masker kepada perwakilan pondok pesantren di Banyuwangi.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Polda Jawa Timur mencanangkan Gerakan Santri Bermasker. Kegiatan ini digelar secara virtual bersama dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi mengikuti pencanangan tersebut di ruang Command Center Polresta Banyuwangi, Kamis (25/2/2021).

Hadir dalam acara itu, Plh Bupati Banyuwangi Mujiono, Kapolresta Kombes Arman Asmara Syarifudin, Dandim 0825, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, Ketua MUI Banyuwangi KH M. Yamin, perwakilan ponpes dan ormas Islam di Banyuwangi.

Dalam acara tersebut, Kombes Arman Asmara Syarifudin menyerahkan 25 ribu masker kepada perwakilan pondok pesantren di Banyuwangi. "Ada 25 ribu masker yang kami bagikan. Simbolis kami lakukan penyerahan kepada pondok pesantren Blokagung dan Ponpes Al-Anwari," ujarnya.

Masker-masker itu akan dibagikan kepada 25 pondok pesantren yang berada di Kabupaten Banyuwangi. "Masing-masing akan mendapatkan 1.000 buah masker," imbuhnya.

BACA JUGA : 

Teka-Teki Uang Rp500 Juta dan 3 Tahanan Narkoba Polresta Banyuwangi yang Keluar Sel Dikawal Perwira

Polda Jatim dan PT. Semen Indonesia Siap Kerja Sama Jaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Semen

Sukses Bekuk Oknum Saat Pesta Narkoba, Tim Tipidsus Polresta Banyuwangi Dapat Penghargaan

Investasi Bodong di Banyuwangi, Polisi Periksa Terlapor Wanita Cantik

Dikatakan Kapolresta, pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini, menjadikan kiai, ulama, hingga para santri sebagai motor penggerak patuh terhadap protokol kesehatan. Hal ini selaras dengan yang selama ini dilakukan Satgas Covid-19 Banyuwangi di mana melibatkan tokoh agama dan ulama dalam mencegah penyebaran Covid-19 sesuai perannya.

"Aktivitas pembelajaran santri telah dimulai sejak beberapa waktu laku. Tentunya, gerakan santri bermasker ini sangat penting untuk memperkuat kesehatan warga, khususnya santri, pada saat pandemi Covid-19 ini," ujar kapolresta.

Sementara itu, Plh Bupati Banyuwangi, Mujiono menyambut baik pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini. Pemkab Banyuwangi mendukung setiap upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Pemkab akan mendukung penuh upaya Polda Jatim untuk menekan penyebaran Covid-19. Tentu ini sangat baik dan pastinya akan optimal dalam upaya penegakan disiplin protokol kesehatan yang baik dan benar di kalangan masyarakat," kata dia.

Banyuwangi, kata Mujiono, merupakan basis pesantren. Sehingga penerapan program ini sangat tepat untuk wilayah Banyuwangi.

"Sangat tepat untuk wilayah Banyuwangi. Apalagi selama ini Banyuwangi juga telah melibatkan ulama dan tokoh agama dalam upaya mencegah penyebaran covid di daerah. Tentu akan kita support penuh," pungkasnya.

Sementara itu, dalam pencanangan Gerakan Santri Bermasker secara virtual tersebut, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menjabarkan, polisi di Jawa Timur menyerahkan 1 juta masker yang dibagi ke seluruh ponpes di Jatim.

"Program ini kami harapkan berjalan optimal seiring dengan pelaksanaan vaksinasi di daerah. Santri sehat, warga sehat, Indonesia sehat. Aparat kepolisian di Jawa Timur menyediakan 1 juta masker untuk dibagikan kepada para santri," ujarnya dalam pencanangan secara virtual itu.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, program Gerakan Santri Bermasker ini bersifat sangat penting mengingat jumlah santri di Jawa Timur cukup banyak. Diharapkan gerakan santri bermasker ini dapat dilaksanakan pada saat berada di pondok pesantren diiringi dengan penerapan protokol kesehatan covid 19 lainnya.

"Dimohon para kiai para sesepuh dan tokoh agama di wilayah manapun mari kita berdoa bersama agar pandemi ini segera berakhir. Semoga semua ikhtiar untuk mencegah penularan virus corona diridhoi Allah SWT, sehingga pandemi cepat berakhir," pungkasnya. (guh/ns)

​Adu Hebat Tiga Presiden, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (9)
Selasa, 20 April 2021 23:55 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Gus Dur mengajak jalan-jalan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Prancis Jacques Shirac. Mereka pun naik pesawat terbang. Sambil ngobrol santai, mereka saling mengunggulkan negaranya masing-ma...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 20 April 2021 09:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Banyak sekali para tokoh nasional – termasuk para dokter kondang – yang daftar menjadi relawan uji coba fase II Vaksin Nusantara. Tapi Dahlan Iskan tak lolos. Loh, mengapa?Simak tulisan wartawan kondang itu di Dis...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...