Kamis, 15 April 2021 00:22

Lestarikan SDA, ​Perempuan Tani HKTI Gelar Aksi Tanam Pohon di Lereng Gunung Bromo dengan Katapel

Kamis, 25 Februari 2021 14:33 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Didi Rosadi
Lestarikan SDA, ​Perempuan Tani HKTI Gelar Aksi Tanam Pohon di Lereng Gunung Bromo dengan Katapel
Perempuan Tani HKTI, Kelompok Tani Hutan (KTH) Rukun Maju Sejahtera, PT CJI melakukan penanaman pohon di Lereng Gunung Bromo area Tahura R. Soerjo. (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Konservasi alam dilakukan oleh Perempuan Tani (PT) HKTI Jawa Timur. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kelestarian SDA (Sumber Daya Alam). Terlebih saat ini terjadi eksplorasi air dalam skala besar, sehingga mengakibatkan berkurangnya persediaan air bawah tanah. Karena itu, diperlukan konservasi yang salah satunya dapat dilakukan dengan cara menanam pohon.

Langkah nyata PT HKTI Jatim dibuktikan dengan penanaman 21.000 pohon bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Rukun Maju Sejahtera, Rabu (24/2/2021) kemarin. KTH pimpinan Makhrus Solikin itu adalah binaan Perempuan Tani HKTI Kabupaten Pasuruan dengan PT Cheil Jedang Indonesia (CJI).

“Kita ketahui, Puspo itu area menuju Lereng Gunung Bromo. Tidak memungkinkan menanam pohon dengan lokasi jurang. Namun tugas kita semua bagaimana agar pohon tetap tumbuh dalam lokasi seperti apa pun," kata Ketua DPD PT HKTI Jatim Lia Istifhama, Kamis (25/2/2021).

Ahmad Wahyudi, Kepala UPT Taman Hutan Raya R. Soerjo mengungkapkan program menanam pohon di lahan seluas 22 hektare tersebut cukup unik. Karena alat yang digunakan adalah katapel. Selama ini katapel umumnya dikenal sebagai salah satu alat bermain anak-anak.

BACA JUGA : 

Perempuan Tani HKTI Rutin Lakukan Kegiatan Sapa Petani

​Bertemu Eksportir Terbaik Jatim, Perempuan Tani HKTI Bicara Serapan Produk Lokal Petani

Aksi Tanam Pohon Bambu Warnai Musancab Serentak PDIP Trenggalek

​Masuk dalam Kandidat Pilkada Pasuruan, Ini Kata Rekan Ning Mila

Ahmad Wahyudi, Kepala UPT Taman Hutan Raya R. Soerjo mengungkapkan program menanam pohon di lahan seluas 22 hektare tersebut cukup unik. Karena alat yang digunakan adalah katapel. Selama ini katapel umumnya dikenal sebagai salah satu alat bermain anak-anak.

Katapel ini merupakan alat penyebar benih pohon yang tidak bisa dijangkau akibat lokasinya yang sangat curam. Beberapa benih dilempar dengan katapel ini, di antaranya kelengkeng dan kemiri.

"Kami mendukung gerakan konservasi alam seperti ini. Hal ini selalu menjadi fokus garapan kami di Pemprov Jatim. Termasuk, bagaimana kami bisa tetap menguatkan sumber benih. Sebab itu, setelah acara penanaman pohon ini, kami dan tim langsung meninjau sumber benih tanaman sengon," imbuh Ahmad Wahyudi.

Acara penanaman pohon tersebut kemudian ditutup dengan pemberian madu hasil dari peternak binaan Perempuan Tani HKTI Jawa Timur. "Ini wujud kami membantu peternak madu. Kebetulan peternak yang kami bina adalah peternak madu Probolinggo," jelas Veronika, Wakil Ketua Perempuan Tani HKTI Jawa Timur.

Acara yang berlokasi di Puspo dan Tosari, Kabupaten Pasuruan tersebut, dihadiri para pecinta lingkungan, mulai dari PT CJI yang diwakili oleh Head GA & Logistic Warih Prabowo, Jajaran Taman Hutan Raya Tahura R. Soerjo, Danramil Puspo, Camat Puspo, Kapolsek Puspo, dan Aktivis Perempuan Tani HKTI, yaitu Hj. Nikmah Jamila, Shofi Shofiyah, dan Hanim Mafulah. (mdr/zar)

Kecelakaan di Jemursari Surabaya, Mobil Kijang Innova Terguling Masuk Sungai
Rabu, 14 April 2021 22:12 WIB
SURABAYA, BANGASONLINE.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemursari, Surabaya. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova nopol N 371 VA terjun ke sungai Jemursari hingga terguling.Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4) petang sekira pukul 18.15 WIB, t...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Rabu, 14 April 2021 05:44 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini fenomena menarik. Ternyata dimatikannya Vaksin Nusantara justru memantik kepercayaan para tokoh nasional, dokter, dan para anggota DPR RI. Mereka ramai-ramai antre untuk Vaksin Nusantara. Benarkah mereka leb...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...