Selasa, 20 April 2021 03:48

F-PKB Dorong Pemberdayaan Ekonomi Pesantren di Jatim Lewat Perda Pesantren

Minggu, 21 Februari 2021 20:33 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
F-PKB Dorong Pemberdayaan Ekonomi Pesantren di Jatim Lewat Perda Pesantren
Ahmad Tamim, S.H.I., M.H., anggota Fraksi PKB DPRD Jatim. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Jawa Timur, Ahmad Tamim memberi perhatian khusus pada dunia pesantren. Menurutnya, Jawa Timur sebagai basis utama pondok pesantren di Nusantara perlu punya payung hukum terkait dunia pesantren.

Karena itu, mantan Sekretaris Wilayah GP Ansor Jatim ini mendorong realisasi peraturan daerah pengembangan pesantren atau Perda Pesantren di Jawa Timur. Dirinya berharap dengan adanya perda pesantren, pondok pesantren di Jatim bisa lebih berdaya dan mandiri.

"Saya kira pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren menjadi penting. Dengan begitu, pesantren bisa lebih mandiri dengan memiliki unit-unit usaha yang bisa menghasilkan keuntungan finansial," tutur pria yang akrab disapa Gus Tamim tersebut, Minggu (21/2/2021).

Anggota DPRD Jatim asal daerah pemilihan Jawa Timur VII yang meliputi Kabupaten dan Kota Blitar serta Kabupaten Tulungagung ini berharap, perda pesantren nanti bersikap aplikatif. Dengan begitu, tidak membebankan pondok pesantren.

BACA JUGA : 

Diskriminatif ke NU, Pimpinan DPRD Jatim Minta Kamus Sejarah Indonesia Terbitan Kemendikbud Ditarik

Dewan Nilai Pemprov Berhasil Menjaga Iklim Investasi di Jawa Timur

Mengerikan! Inilah Kondisi Gus Dur saat Cak Imin Ambil Alih PKB

Sentot Djamaluddin: PKB Kabupaten Kediri Tetap Setia Bersama Gus Ami

Sebaliknya, ada dukungan bagi pemberdayaan ekonomi pesantren. Karena itu, nantinya pondok bisa mandiri dan menghidupi sendiri lewat unit-unit usaha yang ada. Tamim mencontohkan Pesantren Sidogiri di Pasuruan yang mampu mandiri dengan berbagai unit usaha mereka di bawah Koperasi Baitul Maal wat Tamwil Unit Gabungan Terpadu (BMT UGT) Sidogiri.

"Saya kira Sidogiri bisa menjadi contoh, bagaimana pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan berbasis agama. Tapi juga lembaga pemberdayaan ekonomi dan usaha," ujar pria asal Blitar itu.

Gus Tamim yang juga pengasuh Pesantren Mahasiswa Ar Rahmat, Kota Malang ini mengapresiasi program One Pesantren One Product (OPOP) yang diinisiasi oleh Pemprov Jatim. Namun menurutnya, program OPOP itu hanya bisa diikuti oleh pesantren yang sudah mandiri atau mengarah ke mandiri.

Sebaliknya, ia menilai masih banyak pesantren di Jawa Timur yang masih mengalami keterbatasan sarana dan pra sarana. Karena itu, pondok-pondok ini yang harus mendapat prioritas pendampingan dari pemprov maupun pemda setempat.

"Untuk jangka pendek, di tengah pandemi ini, saya berharap ada dukungan pemerintah dalam pemberlakuan protokol kesehatan. Di antaranya dengan pemberdayaan Pos Kesehatan Pesantren atau Poskestren. Ini penting untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 atau klaster pesantren," pungkas Tamim. (mdr/ian)

Polisi dan Tukang Becak, Madura Kok Dilawan
Senin, 19 April 2021 21:38 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episoode ke-8 ini mereview tukang becak asal Madura yang dihadang polisi karena dianggap melanggar rambu-rambu lalu lintas. Di jalan raya itu memang tertancap rambu lalu lintas berupa ga...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...