Rabu, 21 April 2021 05:58

Tingkat Kemiskinan Bangkalan Naik Capai 20,56%, Dewan: Jangan Dijadikan Ajang Cari Kucuran Anggaran

Selasa, 16 Februari 2021 12:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fauzi
Tingkat Kemiskinan Bangkalan Naik Capai 20,56%, Dewan: Jangan Dijadikan Ajang Cari Kucuran Anggaran

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Bangkalan mencatat bahwa jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bangkalan mencapai 204 ribu orang, atau 20,56 persen dari total populasi penduduk di Kabupaten Bangkalan yang mencapai 1.060.377 jiwa per bulan September 2020.

Jumlah penduduk tersebut sesuai hasil sensus penduduk, yang dirilis 26 Januari 2021.

Dengan demikian, angka kemiskinan di Kabupaten Bangkalan naik 1,66 persen di tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019, atau bertambah sebanyak 17,89 ribu jiwa. Adapun jumlah penduduk miskin pada tahun 2019 mencapai 186,11 ribu atau 18,9 persen dari total populasi penduduk di Bangkalan.

Demikian juga, garis kemiskinan di Kabupaten Bangkalan, pada periode Maret 2019 sampai Maret 2020 meningkat 7,10 persen. Semula dari 389,170 per kapita per bulan per orang menjadi 418,908 per kapita per bulan per orang.

BACA JUGA : 

Pelaksanaan Pilkades Tanah Merah Laok Resmi Ditunda

Meski Banyak Panitia P2KD Mengundurkan Diri, Masyarakat Desa Lomaer Minta Pilkades Tidak Ditunda

Dua Kali Mangkir, Terpidana Kasus Korupsi Kambing Etawa Segera Dieksekusi Kejari Bangkalan

Puluhan Warga Desa Patengteng Demo DPMD, Minta TFPKD Verifikasi Ulang Bacakades

Dari data BPS Bangkalan itu juga disebutkan, bahwa selama 5 tahun terakhir, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bangkalan rata-rata di atas 200 ribu orang. Pada tahun 2015 penduduk miskin mencapai 216,23 ribu, dan kemudian turun pada tahun 2016 menjadi 205,71 ribu orang. Lalu turun lagi di tahun 2017 menjadi 206,53 ribu orang, tahun 2018 turun lagi 191,33 ribu orang, dan tahun 2019 menjadi 186,11 ribu orang. Namun, di tahun 2020 meningkat lagi jadi 204 ribu orang.

Sementara Widirto Adisiswanto, Kepala BPS Bangkalan, belum bisa dikonfirmasi terkait data angka kemiskinan tersebut. Ia tidak mau menerima wartawan saat didatangi di kantornya.

"Hubungi Agip Kasi Sosial," ucap salah satu karyawan BPS.

Sedangkan Hariyanto, Wakil Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, meminta pemerintah mencari solusi untuk mengatasi tingginya angka kemiskinan. Ia meminta angka kemiskinan tak dijadikan ajang untuk mendapatkan program atau kucuran anggaran dari pemerintah pusat.

"Jangan sampai angka kemiskinan yang tinggi ini dijadikan ladang wadah kucuran penerima program dari pemerintah pusat," jelas politikus PKB ini.

Menurutnya, kemiskinan di Bangkalan meningkat karena lemahnya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja. "Seharusnya pemerintah secara serius membuka lapangan kerja," ujarnya saat ditemui di ruangan Komisi D.

Sementara berdasarkan nota keuangan APBD 2021, Pemerintah Kabupaten Bangkalan memproyeksikan penurunan angka kemiskinan menjadi 17,9 persen di tahun 2021. (uzi/rev)

​Adu Hebat Tiga Presiden, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (9)
Selasa, 20 April 2021 23:55 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Gus Dur mengajak jalan-jalan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Prancis Jacques Shirac. Mereka pun naik pesawat terbang. Sambil ngobrol santai, mereka saling mengunggulkan negaranya masing-ma...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 20 April 2021 09:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Banyak sekali para tokoh nasional – termasuk para dokter kondang – yang daftar menjadi relawan uji coba fase II Vaksin Nusantara. Tapi Dahlan Iskan tak lolos. Loh, mengapa?Simak tulisan wartawan kondang itu di Dis...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...