Ketua Aspekindo DPK Sidoarjo Gagah Eko Wibowo saat menyerahkan bantuan berupa 5 ton beras untuk korban bencana di BPBD Jatim.
"Yang sebelumnya itu dari CSR perusahaan kami. Sedangkan bantuan kali ini bersama teman-teman asosiasi, sesama pengusaha di bidang konstruksi," jawab Gagah.
Kenapa beras? Menurut Gagah, sebagaimana petunjuk dari BPBD Jatim, yang sedang dibutuhkan dan mendesak adalah beras. Bentuknya pun sudah dikemas dalam sak-sak kecil, yang setiap sak berisi 5 kilogram beras.
Hal itu dibenarkan Andika N Sudigda, Kabid Rehabilitasi dan Kontruksi BPBD Jawa Timur. "Iya, yang mendesak dan dibutuhkan sekarang adalah beras. Dengan kondisi sudah dikemas lima kiloan, kami bisa lebih mudah dan cepat dalam pendistribusian," urainya.
Disebutnya memang bantuan terus berdatangan. Ada berupa mie instan, minyak, dan sebagainya. Tapi yang stoknya sedang menipis sekarang ini adalah beras. Karena itu pihaknya mengimbau agar yang hendak menyalurkan bantuan, lebih baik berupa beras.
"Dari asosiasi pengusaha, ini yang pertama. Semoga, ke depan bisa terus bertambah. Lebih banyak lagi asosiasi lain yang ikut menyalurkan bantuannya," harap Andika.
Bantuan itu, akan langsung dibawa oleh petugas BPBD ke lokasi bencana untuk disalurkan kepada para korban. Seperti para korban banjir di Gempol Pasuruan, Jombang, Lamongan, dan Jember. (cat/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




