Barongan buatan Sujali merambah Hongkong dan Malaysia. foto: kominfo
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pandemi Covid-19 berdampak di berbagai bidang kehidupan. Termasuk sepinya pertunjukan kesenian yang menghadirkan banyak masa, karena memang masih dilarang. Tak terkecuali pertunjukan kesenian jaranan.
Namun siapa sangka, Sujali, seorang Perajin Barongan asal Desa Panjer Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, justru menuai berkah. Ia kebanjiran order Barongan.
BACA JUGA:
- Angkat Tradisi Tosan Aji, RKA Senapati Nusantara ke-3 Digelar di Sleman
- Sambut Konjen AS, Wali Kota Kediri Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan
- Anggota DPRD Jatim ini Salurkan Apresiasi untuk 20 Pelaku Budaya di Kediri
- Gerak Jalan Napak Tilas Soedirman Kediri-Bajulan Kembali Digelar Setelah Vakum 16 Tahun
Barongan sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah seni pertunjukan rakyat yang berupa tiruan binatang buas (singa dan sebagainya) yang digerak-gerakkan oleh orang yang berada di dalamnya. Barongan salah satu perangkat penting dalam kesenian tradisional Jaranan.
Rata-rata dalam sebulan semenjak wabah Covid melanda, tak kurang dari 4 buah pesanan barongan datang dari berbagai kota di tanah air. Sujali adalah seorang laki-laki renta yang sejak 2008 silam konsisten menggeluti usaha pembuatan barongan.
Selain itu, ia juga menerima berbagai pesanan penunjang pertunjukan kesenian Jaranan atau Kuda Lumping seperti, pakaian barong, jaran kepang, celengan, bahkan topeng ganongan.
Dengan berbekal kayu cangkring yang diperoleh dari hutan, ia memahatnya menjadi sebuah karya seni yang bernilai ekonomis tinggi. Ia menggunakan kayu cangkring karena kayu tersebut mempunyai beban yang ringan dan lebih mudah dibuat barongan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




