Sabtu, 06 Maret 2021 14:58

Pengambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Tuban Diancam Setahun Penjara

Senin, 18 Januari 2021 13:52 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Pengambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Tuban Diancam Setahun Penjara
Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono (pegang mik) saat memimpin rilis pers kasus pengambilan jenazah Covid-19 secara paksa.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Polres Tuban bersikap tegas terhadap pelaku pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 dengan mengenakan sanksi berupa hukuman penjara. Hal itu dilakukan guna memberi efek jera dan menghindari terjadinya kasus serupa terulang kembali.

Seperti yang dialami tiga warga Desa Karangtengah, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, yaitu NU (38), AA (32), dan N (53). Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka karena nekat mengambil paksa jenazah pasien yang dinyatakan positif Covid-19.

"Awalnya ada 6 orang yang kita periksa sebagai saksi, akhirnya tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk dimintai keterangan lebih lanjut," ujar Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono saat rilis pers di mapolres setempat, Senin (18/1/2021).

Lebih lanjut, kapolres kelahiran Ngawi ini mengatakan, ketiganya dikenakan Pasal 93 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 Jo Pasal 212 KUHP tentang Kekarantinaan Kesehatan. Di dalam pasal tersebut menyebutkan, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat, bisa dihukum kurungan penjara.

"Mereka diancam hukuman kurungan penjara paling lama satu tahun. Insiden seperti ini sangat berbahaya, karena melanggar protkes Covid-19. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali," imbuhnya.

Mantan Kapolres Madiun ini kemudian menceritakan peristiwa pengambilan paksa jenazah yang dilakukan oleh ketiga tersangka. Berawal saat salah satu tokoh masyarakat Desa Karangtengah Kecamatan Jatirogo berinisial AR, meninggal dunia di RSUD setempat setelah terkonfirmasi positif Covid-19.

Karena belum ada tim pemulasaraan yang menangani, akhirnya atas persetujuan keluarga, jenazah dibawa ke RSUD dr. Koesma Tuban untuk dimandikan dan disholati sesuai protokol kesehatan.

"Jadi proses pemakaman juga harus memenuhi protokol kesehatan, jangan sampai ada yang egois yang justru membahayakan orang lain, seperti mengambil paksa, membuka peti jenazah, dan memandikan," imbuhnya.

Setelah berkoordinasi dengan forkopimka setempat, disepakati pemakaman jenazah dilakukan sesuai protokol Covid-19. Namun, saat jenazah akan dimakamkan, puluhan warga tiba-tiba menghadang iring-iringan ambulans yang dikawal Satlantas Polres Tuban.

"Sempat terjadi perdebatan antara massa dengan polisi, dan petugas pemulasaraan. Massa meminta secara paksa jenazah untuk diturunkan. Karena kalah jumlah, penurunan jenazah secara paksa tidak bisa dicegah," tutup kapolres. (gun/rev)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 06 Maret 2021 07:30 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Publik heboh. Itu loh, soal dana asing Rp 100 triliun yang bakal masuk Indonesia. Lewat sovereign wealth fund (SWF). Atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI).SWF memang sedang jadi sorotan publik. Maklum, sudah banyak ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...