Kamis, 17 Juni 2021 12:26

Pengambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Tuban Diancam Setahun Penjara

Senin, 18 Januari 2021 13:52 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Pengambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Tuban Diancam Setahun Penjara
Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono (pegang mik) saat memimpin rilis pers kasus pengambilan jenazah Covid-19 secara paksa.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Polres Tuban bersikap tegas terhadap pelaku pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 dengan mengenakan sanksi berupa hukuman penjara. Hal itu dilakukan guna memberi efek jera dan menghindari terjadinya kasus serupa terulang kembali.

Seperti yang dialami tiga warga Desa Karangtengah, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, yaitu NU (38), AA (32), dan N (53). Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka karena nekat mengambil paksa jenazah pasien yang dinyatakan positif Covid-19.

"Awalnya ada 6 orang yang kita periksa sebagai saksi, akhirnya tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk dimintai keterangan lebih lanjut," ujar Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono saat rilis pers di mapolres setempat, Senin (18/1/2021).

BACA JUGA : 

Satgas Covid-19 Tuban Tracing Warga Terindikasi Varian India

Tiga Warga Jatim Terinfeksi Varian Baru Covid-19 Asal India

Tabrakan Maut di Jalur Pantura Tuban, Sopir Minibus Tewas, Sopir Truk Kritis

Angka Kesembuhan Lebih Tinggi, Dandim 0811 Tuban Minta Masyarakat Tetap Waspada

Lebih lanjut, kapolres kelahiran Ngawi ini mengatakan, ketiganya dikenakan Pasal 93 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 Jo Pasal 212 KUHP tentang Kekarantinaan Kesehatan. Di dalam pasal tersebut menyebutkan, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat, bisa dihukum kurungan penjara.

"Mereka diancam hukuman kurungan penjara paling lama satu tahun. Insiden seperti ini sangat berbahaya, karena melanggar protkes Covid-19. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali," imbuhnya.

Mantan Kapolres Madiun ini kemudian menceritakan peristiwa pengambilan paksa jenazah yang dilakukan oleh ketiga tersangka. Berawal saat salah satu tokoh masyarakat Desa Karangtengah Kecamatan Jatirogo berinisial AR, meninggal dunia di RSUD setempat setelah terkonfirmasi positif Covid-19.

Karena belum ada tim pemulasaraan yang menangani, akhirnya atas persetujuan keluarga, jenazah dibawa ke RSUD dr. Koesma Tuban untuk dimandikan dan disholati sesuai protokol kesehatan.

"Jadi proses pemakaman juga harus memenuhi protokol kesehatan, jangan sampai ada yang egois yang justru membahayakan orang lain, seperti mengambil paksa, membuka peti jenazah, dan memandikan," imbuhnya.

Setelah berkoordinasi dengan forkopimka setempat, disepakati pemakaman jenazah dilakukan sesuai protokol Covid-19. Namun, saat jenazah akan dimakamkan, puluhan warga tiba-tiba menghadang iring-iringan ambulans yang dikawal Satlantas Polres Tuban.

"Sempat terjadi perdebatan antara massa dengan polisi, dan petugas pemulasaraan. Massa meminta secara paksa jenazah untuk diturunkan. Karena kalah jumlah, penurunan jenazah secara paksa tidak bisa dicegah," tutup kapolres. (gun/rev)

Soal Anggaran Menhan untuk Alutsista Rp 1.700 Triliun, Ini Komentar Kiai Asep
Kamis, 17 Juni 2021 00:22 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Heboh anggaran untuk membeli Alutsista sebesar Rp 1.700 Triliun membuat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terus mendapat sorotan publik. Padahal, menurut Prabowo, master plan atau grand design itu permintaan ...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Kamis, 17 Juni 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Di Indonesia, terutama di Bangkalan dan Kudus, Covid-19 mengganas. Ratusan orang meninggal dunia.Tapi di belahan dunia lain Covid-19 justru lenyap. Inilah yang terjadi di California. Warganya pun berpesta. Pesta merdeka Cov...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...