Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab saat dikonfirmasi wartawan di Pendopo Kabupaten. (foto: AAN AMRULLOH/ BANGSAONLINE)
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Adanya insiden aksi protes warga yang terjadi saat kunjungan Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab ke lokasi bencana banjir di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, dinilai sebuah settingan.
Hal ini diungkapkan oleh orang nomor satu di Kota Santri tersebut saat diwawancarai wartawan di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (14/1/2021). Pihaknya saat ini tengah memerintahkan Camat Kesamben untuk memastikan identitas pria yang ngamuk saat dirinya meninjau banjir pada Rabu (13/1/2021) kemarin.
BACA JUGA:
- Perkuat Pembangunan, DPRD Jombang Bahas Raperda Jasa Konstruksi
- Tingkatkan Kualitas Infrastruktur, DPUPR Jombang Sertifikasi 60 Operator Alat Berat
- Persempit Kesenjangan Gizi, Menko Pangan dan Bupati Jombang Pantau Distribusi MBG
- Banjir Rendam 525 Hektare Sawah dan Ratusan Rumah, DPUPR Jombang Bersihkan Sumbatan di Sungai
“Saya belum pastikan dia warga penduduk situ apa bukan, karena saya belum melihat KTP-nya. Saya merintahkan Pak Camat untuk minta KTP-nya dahulu. Hingga kini saya belum mengetahui pria tersebut warga Dusun Beluk yang terdampak banjir atau bukan,” ucapnya.
Namun, bupati menduga, pria yang ngamuk saat dia melakukan kunjungan di lokasi banjir bukan warga setempat yang terdampak banjir. Dia menganggap aksi protes warga tersebut merupakan settingan yang bertujuan membuat gaduh.
“Kalau warga kita sendiri gak ada yang begitu, berarti karakternya gak akhlakul karimah. Itu sudah terbaca Mas, settingan aja,” ujarnya.
Menurut Mundjidah, aksi protes warga yang belum diketahui namanya itu dianggap tidak beretika. Dirinya berharap warga yang terdampak banjir agar menyampaikan keluhannya dengan cara yang baik melalui pemerintah setempat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




