Banjir Rendam 525 Hektare Sawah dan Ratusan Rumah, DPUPR Jombang Bersihkan Sumbatan di Sungai

Banjir Rendam 525 Hektare Sawah dan Ratusan Rumah, DPUPR Jombang Bersihkan Sumbatan di Sungai Petugas dari DPUPR Jombang saat bersihkan tumpukan sampah di Afvoer Watudakon.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Banjir akibat luapan sejumlah afvoer di Jombang berdampak luas, dengan merendam lebih dari 500 hektare tanaman padi serta ratusan rumah warga.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang menerjunkan alat berat untuk membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air di beberapa jembatan. 

Kabid SDA DPUPR Jombang, Sultoni, menyampaikan penanganan dilakukan cepat dengan mengerahkan ekskavator.

“Dampaknya bahkan dirasakan hingga Kabupaten Mojokerto, yang mengalami banjir di area persawahan dan hampir masuk ke permukiman warga,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).

Petugas membersihkan dua titik sumbatan utama di Desa Carangrejo dan Desa Pojokerjo, Kecamatan Kesamben. Material yang menumpuk didominasi ranting bambu yang tersangkut di pilar jembatan. 

“Beberapa titik sumbatan sudah kami bersihkan dengan ekskavator, ada dua titik,” kata Sultoni.

Meski aliran air mulai lancar, ia menyatakan masih terdapat sumbatan lain yang belum tertangani karena keterbatasan akses. 

“Kalau dipaksakan bisa merusak tanggul dan berpotensi meluber. Sementara kami tunda dulu,” ujarnya.

Seiring penanganan, genangan air dilaporkan mulai surut di sejumlah wilayah, termasuk Desa Carangrejo, Kedungbetik, hingga Podoroto. Ke depan, DPUPR Jombang menilai diperlukan normalisasi saluran secara menyeluruh, namun pelaksanaannya menunggu tindak lanjut Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

“Memang butuh normalisasi. Kami sudah bertemu PPK, tapi karena kondisi air masih tinggi, kemungkinan baru dilakukan beberapa bulan ke depan, menunggu cuaca dan curah hujan,” urai Sultoni.

Sebelumnya, Dinas Pertanian Jombang mencatat sekitar 525 hektare sawah terdampak banjir, tersebar di Kecamatan Kesamben, Ploso, dan Plandaan. (aan/mar)