Rabu, 28 Juli 2021 21:05

​Jembatan Ratusan Juta Berwujud Bambu dan Sesek di Ponorogo Jadi Tempat Swafoto Dadakan

Jumat, 18 Desember 2020 13:53 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Novian Catur
​Jembatan Ratusan Juta Berwujud Bambu dan Sesek di Ponorogo Jadi Tempat Swafoto Dadakan
Jembatan berwujud bambu dan sesek menjadi wisata untuk berselfie.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Viralnya pemberitaan terkait proyek pembangunan jembatan senilai Rp 199.659.000 yang hanya berwujud bambu dan sesek di Ponorogo, membuat masyarakat setempat penasaran. Kini, jembatan yang dibangun menggunakan dana APBD Tahun 2020 itu menjadi jujukan sejumlah warga Ponorogo untuk berswafoto atau selfie.

Pantauan wartawan BANGSAONLINE.com pada Jumat (18/13/2020) pagi, mereka datang dari berbagai penjuru Ponorogo. Yakni dari Kecamatan Pulung dan sekitarnya, bahkan ada yang dari Kota Ponorogo. Umumnya, mereka penasaran ingin melihat proyek jembatan yang nilainya hampir Rp 200 juta, namun hanya berwujud bambu dan sesek.

Sumani, warga Desa Pandak Kecamatan Balong menjelaskan, jembatan ini menghubungkan dua desa, yakni Desa Bulak dan Desa Pandak Kecamatan Balong.

"Mereka yang ke sini umumnya merasa heran, jembatan senilai ratusan juta itu hanya berwujud bambu dan sesek. Saya tidak menyangka kalau jembatan ramai di medsos dan viral itu kini menjadi tontonan berbagai orang di pelosok Ponorogo," ungkap Sumani.

BACA JUGA : 

Ada 2 Papan Nama di Proyek Pembangunan Jembatan Desa Mojopitu

Tuntut Proyek Jembatan Rp 200 Juta Diusut, Warga Grogol Galang Uang Koin untuk Kejari Ponorogo

Usut Jembatan Senilai Rp 200 Juta, Kejari Ponorogo Datangkan Tim Ahli dari Malang

Soal Jembatan Rp 200 Juta, Kejaksaan Negeri Ponorogo Panggil Plt. Kabid Bina Marga DPUPR

Anas, warga Kelurahan Purbosuman Kecamatan Kota Ponorogo mengatakan, kedatangannya ke Desa Pandak memang ingin melihat langsung jembatan penghubung tersebut. Ia mengaku mengetahui jembatan tersebut setelah beritanya viral di medsos.

"Ternyata jembatan ratusan juta yang hanya berwujud bambu serta sesek itu benar adanya," ujarnya.

Anas menjelaskan, menurut warga setempat, awalnya jembatan ini sudah bagus dan bisa dilewati kendaraan roda empat atau truk. "Tapi tiba-tiba dibongkar dan sampai saat ini pembangunan jembatan belum tuntas," tukasnya.

Diduga, pengerjaan jembatan itu tidak sesuai pada papan yang dipasang oleh dinas terkait. Sebab sebelumnya, Kepala DPUPR Kabupaten Ponorogo Jamus Kunto saat dikonfirmasi mengatakan kalau anggaran Rp 199 juta itu hanya digunakan untuk membangun fondasi. Namun dalam papan yang terpasang, pembangunan tertulis berupa jembatan. (nov/ns)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...