Rabu, 28 Juli 2021 21:38

​Baru Dianggarkan Rp 199 Juta, Jembatan di Ponorogo ini Berwujud Bambu dan Sesek

Rabu, 16 Desember 2020 16:50 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Novian Catur
​Baru Dianggarkan Rp 199 Juta, Jembatan di Ponorogo ini Berwujud Bambu dan Sesek
Jembatan penghubung 2 desa di Kecamatan Balong yang terbuat dari bambu dan sesek.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Pengerjaan proyek jembatan penghubung antara Desa Bulak dan Desa Pandak, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo dinilai asal-asalan dan tak sesuai spek, karena hanya menggunakan bambu dan sesek.

Tak pelak, proyek senilai Rp 199.659.000 itu menjadi sorotan warga setempat. Diketahui, pembangunan jembatan itu dimulai pada 29 September lalu oleh CV. Pagun Mas dengan Konsultan CV. Armenida. P

Salah satu warga Desa Pandak, Sidik Yulianto mengaku heran dengan dibangunnya jembatan baru tersebut. Sebab menurutnya, jembatan yang lama pun masih bagus dan bisa untuk dilalui kendaraan besar, baik mobil atau truk.

"Perkiraan setelah dilakukan pengerjaan akan bagus dan bisa dimanfaatkan oleh warga. Tapi pada kenyataannya justru parah, hanya fondasinya saja yang dikerjakan. Jembatan yang baru selesai dikerjakan pada 7 Desember kemarin bahkan tidak bisa dilalui roda 4, baik mobil maupun truk. Hanya bisa dilalui kendaraan sepeda motor saja," ungkapnya.

BACA JUGA : 

Ada 2 Papan Nama di Proyek Pembangunan Jembatan Desa Mojopitu

Tuntut Proyek Jembatan Rp 200 Juta Diusut, Warga Grogol Galang Uang Koin untuk Kejari Ponorogo

Usut Jembatan Senilai Rp 200 Juta, Kejari Ponorogo Datangkan Tim Ahli dari Malang

Soal Jembatan Rp 200 Juta, Kejaksaan Negeri Ponorogo Panggil Plt. Kabid Bina Marga DPUPR

Bahkan bila musim hujan seperti sekarang ini, lanjut Sidik, jembatan yang terbuat dari bambu dan sesek tersebut sangat licin dan jelas tidak bisa bertahan lama. 

"Entah ini pengerjaannya asal-asalan atau gimana, kurang jelas. Tentunya sangat menganggu aktivitas warga, baik Desa Bulak mapun Desa Pandak," keluhnya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto saat dikonfirmasi membeberkan bahwa anggaran senilai Rp 199 juta itu memang hanya untuk mengerjakan landhoop di dua sisi. 

"Terkait spek, tentu saja kami mewajibkan dikerjakan sesuai dengan aturan spek. Memang belum selesai, dan rencananya sisa pekerjaan (struktur utama jembatan) akan dianggarkan di tahun 2021," tukasnya. (nov/ian)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...