SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.
Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
Khofifah menyebut akses terhadap air bersih tidak hanya menjadi kebutuhan dasar.
Akses air bersih juga berkaitan erat dengan upaya mewujudkan kesetaraan gender.
Dalam berbagai kondisi, perempuan dan anak perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak ketika akses air terbatas.
“Hari Air Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran bahwa air bersih adalah hak asasi manusia. Ketika akses air tersedia secara adil, maka kesempatan untuk hidup sehat, produktif, dan setara juga akan semakin terbuka, khususnya bagi perempuan,” ujar Khofifah.
Pernyataan tersebut sejalan dengan tema global tahun ini, yakni “Water and Gender - Where Water Flows, Equality Grows”.
Khofifah menegaskan tantangan krisis air secara global masih sangat besar.
Saat ini sekitar 2,2 miliar penduduk dunia hidup di wilayah yang mengalami kekurangan air. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 3,6 miliar pada 2025.
“Krisis air tidak hanya berdampak pada ketersediaan air minum, tetapi juga berpengaruh terhadap sektor pangan. Produksi pangan dapat menurun, harga pangan meningkat, hingga memicu kerawanan pangan dan kemiskinan, terutama bagi masyarakat rentan,” tegasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




