Senin, 19 April 2021 15:21

Sulaiman Banser Buleleng, Long March Napak Tilas K.H.R. As'ad Syamsul Arifin

Kamis, 10 Desember 2020 10:55 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Sulaiman Banser Buleleng, Long March Napak Tilas K.H.R. As
Sulaiman (dua dari kiri) Anggota Banser dari Buleleng, Bali, melakukan napak tilas perjalanan bersejarah Kiai As'ad Syamsul Arifin. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kecintaan pada kiai membuat seorang anggota Banser dari Buleleng, Bali sanggup berjalan kaki dari Situbondo menuju Jombang. Sulaiman long march jalan kaki napak tilas perjalanan sejarah K.H. R. As'ad Syamsul Arifin yang merupakan awal proses berdirinya Nahdlatul Ulama.

Sulaiman mengungkapkan, Pengasuh Ponpes Salafiyah Safi'iyah Sukorejo itu adalah pembawa pesan dari Syechona Kholil, Bangkalan untuk disampaikan kepada KH. Hasyim Asy'ari yang merupakan restu kepada Hadratussyaikh untuk mendirikan NU. Inilah benang merah berdirinya Nahdlatul Ulama yang kemudian dijadikan napak tilas oleh Sulaiman.

"Perjalanan saya dari Situbondo ke Bangkalan kemudian menuju Jombang yang saat ini saya lakoni adalah napak tilas perjalanan Kiai As'ad," tutur Sulaiman ditemui saat beristirahat di Jambangan, Surabaya, Rabu (9/12/2020) malam.

Sulaiman mengaku niatnya melakukan long march berawal dari mimpinya bertemu Kiai As'ad. Sejak itu, ia bertekad melakukan tabarukan dengan mengulang napak tilas perjalanan sejarah berdirinya NU.

BACA JUGA : 

Ucapkan Selamat Harlah NU, Wali Kota Kediri Harapkan NU Tetap Jadi Pedoman dan Dampingi Masyarakat

​NU Lahir atas Istikharah Kiai, Gubernur Khofifah: Santri Pemimpin Masa Depan

Heboh Foto Plang NU Ranting Petamburan, Ini Penjelasan Ketua PCNU Jakarta Pusat

​Sambut Harlah NU ke-95, Khotib Marzuki Ajak Nahdliyin Bijak Hadapi Persoalan Bangsa

Perjalanan long march ia mulai dari 10 November 2020 yang merupakan Hari Pahlawan, sekaligus mengingatkan kepada nahdliyin pengakuan pemerintah terhadap Kiai As'ad sebagai Pahlawan Nasional.

Pria berusia 33 tahun ini bersyukur napak tilas di Bangkalan sudah dilalui dan bisa berziarah di makam Syechona Kholil. Perjalanan selanjutnya, dari Surabaya menuju Jombang dengan melewati rute Sepanjang, Krian, Mojokerto, dan Jombang.

"Saya juga sudah ke Canga'an, pondok pesantren tempat Syekhona Kholi pernah menuntut ilmu. Banyak pengalaman spritual saya alami di sini," imbuh Sulaiman.

Lulusan pertama Diklatsar Banser Buleleng ini mengakui long march berjalan kaki sangat melelahkan. Bahkan sampai di Surabaya ia sudah tiga kali ganti sandal. Namun, rasa lelah itu terbayar dengan sambutan hangat para sahabat Ansor dan Banser selama di perjalanan.

Bahkan beberapa kali ia dikawal dan ditemani berjalan kaki oleh sejumlah anggota Banser di wilayah yang ia lewati. Rasa kekeluargaan ini yang membuat dirinya tambah bersemangat.

"Seperti saat ini, saya ditemani berjalan kaki oleh sahabat Banser dari Surabaya dan Ponorogo. Sahabat Banser Karang Pilang juga ikut menyambut. Alhamdulillah, bisa menyambung silaturahmi," pungkas lajang kelahiran Kraksaan, Probolinggo ini. (mdr/rev)

Teh Panas Rp 5.000, Teh Dingin Rp 10.000, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (7)
Minggu, 18 April 2021 22:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com –Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan kali ini M Mas’ud Adnan – sang narator - mereview tentang orang Madura yang tiba-tiba haus. Ia pun pergi ke warung di pinggir jalan. Ia membeli teh. Di warung itu semua barang yang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...