HMI Ponorogo saat aksi damai menolak money politics di Pilkada Ponorogo.
PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ponorogo Komisariat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo menyatakan menolak segala politik uang atau money politics di Pilkada Ponorogo.
Hal tersebut disampaikan dengan cara aksi damai keliling ke sejumlah jalan se-Ponorogo sambil membawa spanduk berisi kampanye penolakan money politics, Minggu (6/12/2020).
BACA JUGA:
- MD KAHMI Sidoarjo 2025-2030 Resmi Dilantik, Siap Dukung Pembangunan
- Demo 'Reset Bangkalan' Ricuh hingga Mahasiswa Disemprot Water Cannon, Bupati Minta Maaf
- Musda II KAHMI Sidoarjo Pilih Presidium Baru, Siap Kawal Pembangunan Daerah
- Gus Qowim Hadiri Pelantikan Raya HMI Cabang Kediri 2025-2026 serta Simposium Kebangsaan dan Keumatan
Aktivis HMI Komisariat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo juga berorasi di traffic light. Mereka mengajak masyarakat agar tidak terbujuk dengan iming-iming uang yang diberikan paslon. Sebab, betapa buruknya demokrasi apabila dinodai oleh politik uang.
"Kami HMI Komisariat Ekonomi Cabang Ponorogo Universitas Muhammadiyah mengajak dan menolak adanya money politics dalam Pilkada Ponorogo 2020 ini. Jangan sampai terulang seperti lima tahun silam," kata Ketua HMI Komisariat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Muhib.
Menurut Muhib, money politics merupakan perusak demokrasi. "Pilkada Ponorogo rusak dalam berdemokrasi karena dinodai oleh money politics. Karena itu,mari sama-sama kita tolak dan kita harus bersama-sama menjaga demokrasi ini untuk negara dan Ponorogo," terangnya.
"Mundurnya demokrasi karena ada oknum-oknum yang bermain dengan mencari sebuah kemenangan menggunakan cara money politics dan hal-hal kotor yang diajarkan kepada masyarakat. Dan itu seperti halnya menjual kemerdekaannya selama lima tahun kepada sang penguasa yang telah membelinya dengan money politics. Harus kita tolak bersama-sama demi ponorogo lebih baik," jelas Muhib. (nov/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




