Gus Yani dan Bu Min saat debat publik Pilkada Gresik. foto: ist.
"Kami juga akan meningkatkan ekonomi dengan mendorong usaha ibu-ibu, sebab kami punya program Bunda Puspa. Ini khusus untuk kaum perempuan dengan diberikan pendampingan, pelatihan, dan modal untuk meningkatkan ekonomi sekaligus men-support pemasarannya," kata cawabup perempuan pertama di Gresik ini.
Untuk sektor pendidikan, Bu Min yang merupakan Kepala Sekolah SMK Assa’adah mengatakan akan memberikan pelatihan kepada para guru. Sebab menurutnya, tenaga pendidik yang menjadi ujung tombak pembangunan pendidikan yang berkualitas saat ini belum disentuh pemerintah secara maksimal.
"Tentu gaji mereka yang rendah, baik guru non PNS atau honorer K2 maupun yang belum disertifikasi akan kami naikkan," kata Bu Min saat menjawab pertanyaan Cabup Qosim.
Dalam closing debat, Gus Yani dan Bu Min mengajak masyarakat Gresik yang memiliki hak pilih tidak golput dan memilih paslon nomor 2.
"Pilihan masyarakat menentukan masa depan Gresik 5 tahun ke depan. Pasangan Niat maju nyalon bukan kehendak saya dan Bu Min, melainkan ini perintah kiai. Karena kami santri, maka kami wajib takdzim dengan guru kami," ungkap Gus Yani di akhir debat.
Gus Yani juga berjanji dirinya bersama Bu Min akan konsen dalam pemberantasan korupsi, mengoptimalkan pelayanan air PDAM, seta melibatkan RT/RW dalam pembangunan dan menaikkan tunjangannya. "Kami juga menaikkan honor guru honorer, tunjangan guru swasta, honor tenaga medis, serta THL," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




