Para korban saat melakukan demo menuntut Bank BRI bertanggung jawab atas penipuan yang dilakukan oleh oknum karyawan Bank BRI Cabang Pamekasan.
"Saksi-saksi sudah diperiksa, juga istri dari pelaku," jelas AKP Adhi Putranto Utomo.
Sebelumnya, juru bicara dari pihak korban, Fahmi, menjelaskan bahwa modus dari pelaku yang diketahui bernama Muhammad Lukman Anizar ini dengan menawarkan program dengan embel-embel dari BRI dengan bagi hasil yang menggiurkan.
Guna memuluskan niatnya, lanjut Fahmi, pelaku memberikan bonus sejak awal penyerahan dana, berupa barang elektronik, bahkan berupa sepeda motor tergantung jumlah dana yang disetorkan.
Sementara, sekitar 18 orang yang menjadi korban penipuan oleh oknum karyawan BRI dengan total total dana mencapai Rp 8,4 miliar.
“Pelaku ini melakukan tipu daya terhadap para korban, dengan membawa embel-embel BRI dengan gambar dan produk-produk yang dia buat sendiri mengatasnamakan BRI, untuk menyakinkan para korbannya,” katanya.
“Misal kalau menaruh uang Rp 50 juta dapat keuntungan dalam 15 hari kurang lebih 13-15 juta. Kemudian simpanan berhadiah langsung. Rp 50 juta dapat handphone da,n bisa mengikuti lelang kendaraan dengan harga murah,” ujar Fahmi menyontohkan iming-iming pelaku saat menawarkan program ke nasabah.
“Pelaku ini pintar sekali cara meyakinkan korban, ketika ada korban yang mau menarik modalnya, oknum ini langsung menjanjikan hadiah lebih besar, namun dengan tambahan investasi yang lebih besar,” pungkasnya.
Para korban penipuan program bodong dari oknum BRI ini berharap agar pihak BRI dan aparat kepolisian segera penyelesaian kasus yang merugikan para korban. (yen/rev)
Ket foto : Saat para korban lakukan demo aksi menuntut pihak Bank BRI bertanggung jawab atas penipuan oleh oknum karyawan Bank BRI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




