Minggu, 06 Desember 2020 07:34

​Rumah Cermat Bentukan FPR Kediri Bikin Belajar Jadi Nyaman

Selasa, 27 Oktober 2020 22:18 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
​Rumah Cermat Bentukan FPR Kediri Bikin Belajar Jadi Nyaman
Ketua Umum FPR Kediri, Ali Mustofa alias Gus Ali saat memberi pelajaran kepada anak didiknya. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Berawal dari kepedulian terhadap anak-anak sekolah yang kesulitan ketika harus belajar di rumah di tengah pandemi Covid-19, sejumlah relawan yang tergabung dalam komunitas Forum Pojok Rembug (FPR) Kediri, mendirikan rumah belajar bersama yang dinamai rumah belajar "Cermat" di Dusun Pojok, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Ketua Umum FPR Kediri, Ali Mustofa ketika ditemui menjelaskan, bahwa secara umum FPR ini adalah sebuah komunitas yang peduli pada upaya-upaya peningkatan kualitas pendidikan anak dan pemberdayaan masyarakat, khususnya anak-anak dan masyarakat di daerah tertinggal dan golongan ekonomi lemah.

"Keberadaan rumah cermat yang baru berdiri pada tanggal 22 Juli Maret 2020, mencoba menghadirkan program kegiatan berupa pendampingan belajar bagi adik-adik pelajar dan ini tanpa dipungut biaya sedikit pun atau gratis," kata Gus Ali, panggilan karib, Ketua Umum FPR Kediri itu, Selasa (27/10/2020).

Menurut Gus Ali, keberadaan rumah belajar cermat juga dilatarbelakangi oleh beberapa hal. Misalnya, keprihatinan mengenai kurangnya kemampuan orang tua dalam menguasai pelajaran anaknya, dikarenakan adanya sistem belajar via daring dan efek dari pandemi Covid-19.

Lanjut Gus Ali, rumah belajar cermat ini didirikan juga bertujuan menyediakan tempat belajar tanpa dipungut biaya. Sehingga masyarakat ekonomi menengah ke bawah bisa mendapatkan wadah untuk meningkatkan kemampuan belajar. Lalu, berupaya mewujudkan pemberdayaan masyarakat berupa nasyrul ulum atau menyebarkan ilmu.

"Di samping itu, di rumah belajar cermat ini juga menyediakan tempat yang dinilai nyaman untuk belajar dengan ditunjang fasilitas WiFi beserta tenaga pendamping belajar," terang Gus Ali.

Saat awal berdiri, lanjut Gus Ali, peserta yang ikut belajar di rumah belajar hanya 3 orang yang semuanya adalah siswa dari SDN Grogol 2, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Waktu kegiatan belajar ketiga siswa tersebut dilakukan setelah Shalat Maghrib.

Dari hari ke hari keberadaan rumah belajar cermat semakin dikenal masyarakat, sehingga jumlah siswa yang ingin belajar pun terus bertambah. Bahkan hingga hari ini, siswa yang mengikuti kegiatan belajar bersama di rumah belajar sebanyak 40 siswa. 

Dan ternyata, mereka tidak hanya berasal dari SDN Grogol 2, tetapi juga dari beberapa sekolahan yaitu TK Al Maksoem, TK Thorikul Ilmi, SD IT Nurul Huda, SDN Grogol 3, SDI Al Huda, SDN Bulusari 1, MTsN 4 Kediri, dan SMPN 2 Grogol.

"Terkait tenaga pengajar, secara total ada tiga orang, yakni masing-masing Elfina dan saudaranya. Lalu saya sendiri," ujar pria lulusan S2 sebuah perguruan tinggi itu.

"Dengan banyaknya siswa yang mengikuti kegiatan belajar bersama, akhirnya pihak pengelola rumah belajar membuat jadwal dalam kegiatan belajar bersama," timpal Elfina, salah satu relawan dan tenaga pendidik di Rumah Belajar Cermat.

"Adapun jadwal belajar bersama ini, untuk pelajar kelas 5, 6, dan SMP pukul 09.30-12.00 WIB, kelas 3 dan 4 pukul 14.00-15.00 WIB dan kelas 1, 2, dan TK pukul 18.30-20.00 WIB. Namun, bagi siswa yang dapat tugas mendadak dari sekolah, kadang di luar jadwal juga ada yang datang, dan kami pun membantu mereka," kata perempuan yang baru menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi itu.

Elfina pun meminta, agar pemda setempat maupun pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih pada Rumah Belajar Cermat. Hal ini karena anak didiknya sangat membutuhkan sejumlah sarana pendukung. Seperti meja kecil untuk belajar, dan lainnya.

Di tempat sama, Azzahra Ratri Agustina, pelajar kelas 5 SDN Grogol 2 Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri mengaku sangat senang bisa belajar bersama dengan teman-teman yang dipandu oleh pembimbing di Rumah Belajar Cermat ini. Sehingga semua tugas dari sekolah dapat terselesaikan dengan baik.

Menurut Ratri, ia dan teman-temannya juga merasa nyaman karena seluruh pengajar di tempat tersebut sangat sabar dalam mendidik. Dan selama proses pembelajaran mengutamakan menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan pakai masker, hingga menjaga jarak.

"Sampai sekarang, saya tidak menemui kesulitan dalam belajar. Semua pendidik sangat membantu, terlebih lagi ada WiFi gratis yang bisa mendukung belajar daring," katanya.

Ke depan, pelajar berhijab ini juga berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa kembali normal. (uji/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...