Minggu, 06 Desember 2020 08:00

​Kawal Penyaluran JPS, Wabup Tuban Minta Masyarakat Tetap Patuhi Prokes Covid-19

Jumat, 23 Oktober 2020 22:17 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Kawal Penyaluran JPS, Wabup Tuban Minta Masyarakat Tetap Patuhi Prokes Covid-19
Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein bersama instansi terkait meninjau langsung proses penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS). (foto: ist)

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein bersama instansi terkait meninjau langsung proses penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Dirinya menjelaskan, program JPS yang diperuntukkan bagi warga terdampak Covid-19 itu digagas Pemprov Jatim dan telah berjalan selama 3 bulan, sejak Maret 2020 silam. Namun demikian, Pemkab Tuban berkomitmen melanjutkan program tersebut mengingat pandemi Covid-19 masih belum usai.

"Program JPS Tuban sendiri akan dilaksanakan selama 4 bulan sampai akhir tahun ini, dengan jumlah penerima ditambah 4 ribu, sehingga total sebanyak 14 ribu warga yang menerima JPS," ujar Noor Nahar usai meninjau penyaluran JPS di Kecamatan Rengel dan Soko, Jumat (23/10/2020).

Politikus PKB ini meminta kepada masyarakat supaya menggunakan bantuan yang diterima sebaik mungkin, dan benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dan ketahanan pangan, serta meningkatkan gizi keluarga.

"Total anggaran yang digunakan mencapai Rp 8,4 miliar dari alokasi APBD Kabupaten Tuban," imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Wabup Tuban juga menerangkan, kalau Kabupaten Tuban telah berstatus zona kuning yang sebelumnya zona oranye. Menyikapi perubahan status tersebut, Pemkab Tuban menetapkan tidak memperpanjang pemberlakuan pembatasan jam malam.

Meski demikian, Pemkab Tuban tetap akan melaksanakan operasi patuh protokol kesehatan. Langkah ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan mengedukasi masyarakat agar disiplin protokol kesehatan.

"Ini menjadi momentum untuk melakukan transisi dengan penerapan protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru," tuturnya.

Di samping itu, masyarakat diminta menjaga diri dan keluarga serta lingkungannya dengan cara saling mengingatkan. Masyarakat diharapkan memahami dengan diberlakukannya sejumlah kebijakan itu guna melindungi masyarakat Bumi Wali dari bahaya Covid-19. "Bukan untuk mempersulit masyarakat," pungkasnya. (gun/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...