Kamis, 26 November 2020 02:54

Dituding Jadi Biang Kerusakan Lingkungan, Ratusan Warga di Desa Margourip Demo Tambang Pasir Ilegal

Selasa, 20 Oktober 2020 17:24 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Dituding Jadi Biang Kerusakan Lingkungan, Ratusan Warga di Desa Margourip Demo Tambang Pasir Ilegal
Alat berat yang didemo warga. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Aktivitas penambangan pasir ilegal di empat titik lokasi di Desa Margourip, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri benar-benar meresahkan warga. Bahkan, ada yang menggunakan mesin diesel dan alat berat untuk menyedot pasir. Selain itu, di kubangan-kubangan bekas galian pasir tampak berserakan pohon, termasuk puluhan pohon kelapa.

Padahal, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Pertambangan) Pasal 158 menyebutkan bahwa “Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR, atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 Ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 Ayat (1), Pasal 74 Ayat (1) atau Ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)”.

Dalam UU Pertambangan, selain mengenal adanya pertambangan tanpa izin (Illegal Mining) yang dianggap sebagai suatu tindak pidana, juga terdapat bermacam-macam tindak pidana lainnya, yang sebagian besar ditujukan kepada pelaku usaha pertambangan, termasuk tindak pidana yang ditujukan kepada pejabat penerbit izin di bidang pertambangan.

Adapun untuk menghentikan aksi tambang ilegal yang terjadi di Dusun Kaligedok dan Dusun Pohgunung Desa Margourip Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri itu, ratusan warga Desa Margourip melakukan demo dengan mendatangi empat titik lokasi sambil membentangkan spanduk penolakan dan membawa puluhan poster.

Feri Agung Nugroho, Juru Bicara Warga menjelaskan bahwa praktik penambangan pasir mekanik (menggunakan diesel penyedot dan alat berat) yang beroperasi di wilayah tersebut sudah berlangsung cukup lama.

"Aksi penambangan ilegal ini sebenarnya sudah berhenti ketika diprotes warga, tapi mulai bulan September 2020 aksi penambangan mulai lagi. Dampak tambang pasir itu adalah lahan pertanian rusak, aliran sungai jadi menyempit, air sungai jadi keruh," kata Feri, Selasa (20/10/2020).

Ia mengatakan, warga hanya minta aksi penambangan pasir ilegal ini ditertibkan dan dihentikan di desanya, karena sudah meresahkan warga dan merusak lingkungan.

Menurut Feri, yang membuat perlunya ada penertiban terhadap aktivitas galian pasir ilegal, di antaranya ada penyalahgunaan wewenang, kerugian negara, bisa mengundang bencana alam, kejahatan tambang, serta kejahatan tata ruang (penyempitan ruang).

"Kami hanya berharap segera ada upaya penertiban dan penghentian dari aparat penegak hukum terkait galian C yang marak di desa kami ini," harap Feri.

Sementara itu, Kades Margourip, Suroso mengungkapkan bahwa tambang pasir yang ada di desanya memang ilegal. Namun, ia mengaku tak bisa berbuat banyak karena menyangkut urusan warga dan urusan perut warga. Ia pun menyerahkan sepenuhnya kepada warga.

"Status tanahnya adalah status tanah hak milik. Sebenarnya awalnya itu hanya sebatas manual, dan sekarang berkembang seperti itu desa tidak tahu-menahu urusan itu karena urusan itu dan cuma ada satu titik," kata Suroso. (uji/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Jumat, 06 November 2020 10:34 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...