Rabu, 04 Agustus 2021 07:16

Komisi A DPRD Jember Pertanyakan Dana Program Satu Desa Satu Dosen

Selasa, 13 Oktober 2020 19:56 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Indrawan
Komisi A DPRD Jember Pertanyakan Dana Program Satu Desa Satu Dosen
Ketua Komisi A DPRD Jember, Tabroni. (foto: ist).

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Program satu desa satu dosen yang baru saja di-launching oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mendapat pertanyaan dari banyak pihak, salah satunya Komisi A DPRD Jember.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi A DPRD Jember bersama Dispemasdes dan pendamping desa tingkat kabupaten, wakil rakyat itu mempertanyakan tentang program tersebut. Pasalnya, saat ini Pemkab Jember hanya menggunakan perkada dalam mengelola pemerintahan.

Ketua Komisi A, Tabroni menilai launching program tersebut ada kepentingan dan khawatir akan dimanfaatkan dalam kampanye.

"Program satu desa satu dosen ini di-launching pada akhir masa jabatan kepemimpinan petahana. Ini khawatir bisa digunakan untuk kepentingan kampanye," ujarnya usai RDP, Selasa (13/10/2020).

BACA JUGA : 

Bupati Hendy Serahkan Penghargaan Adiwiyata ke 4 SMP di Jember

Kabupaten Jember Turun Jadi PPKM Level 3, Bupati Hendy Akan Pertajam Pencegahan dari Hulu

Gandeng PMI Jember, Bupati Hendy Lakukan Penyemprotan Disinfektan di 31 Kecamatan

Bupati Hendy: Bertugas di Tengah Pandemi Covid-19 adalah Panggilan Kemanusiaan

Ia menerangkan bahwa dalam prosesnya, program tersebut merupakan satu dari janji kerja petahana di awal menjabat. Tetapi karena baru saat ini dirilis, sehingga menimbulkan pertanyaan, termasuk penggunaan anggarannya. "Ini bagian dari 22 janji kerja dahulu bupati awal menjabat," terangnya.

"Saat ini Pemkab Jember hanya menggunakan perkada dalam menjalankan roda pemerintahan. Artinya, penggunaan anggaran itu hanya untuk kebutuhan wajib dan mengikat saja atau terbatas," terang Tabroni.

"Kami sudah tanyakan tadi (Dispemasdes) tapi gak bisa menjawab. Kami tanya apakah program ini masuk belanja wajib mengikat? Karena saat ini masih pakai perkada," tuturnya.

Pihaknya berencana kembali memanggil Dispemasdes untuk membahas persoalan satu desa satu dosen tersebut. (jbr1/yud/zar)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...