Sementara itu, Ketua DPRD Gresik, Moch. Abdul Qodir sangat mengapresiasi langkah KWG yang kembali melakukan kerja sama dengan DPRD guna membantu pembangunan, kesejahteraan, dan pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Gresik.
"Mewakili DPRD saya ucapkan banyak terima kasih dengan KWG yang kembali menginisiasi terobosan cerdas program untuk membangun kemajuan Gresik yang kali ini difokuskan dalam program menggali potensi desa untuk kemandirian desa," ungkap Abdul Qodir, didampingi Kabag Humas dan Protokoler Setwan, Hari Syawaludin.
Qodir meyakini jika potensi desa di Kabupaten Gresik, baik potensi berupa wisata atau potensi lain terkelola dengan baik, maka kemiskinan bisa dientaskan. Selain itu, lapangan pekerjaan akan tercipta, dan pengangguran menurun.
"Makanya, legislatif berencana mengkaji dan membuat regulasi agar potensi desa baik berupa wisata dan potensi desa lain bisa mendapat kucuran APBD Pemkab Gresik," jelasnya.
Adapun untuk merealisasikan hal itu, lanjut Qodir, Pimpinan DPRD Gresik bersama KWG dan Komisi II dan IV berencana melakukan studi banding ke daerah yang berhasil mengentaskan kemiskinan karena geliat wisata desa dan potensi lain.
"Jadi, kegiatan ini sangat tepat. Untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19, di samping di wisata desa dan potensi lain, juga ada pemberdayaan ekonomi di masyarakat, makanya kita akan berdayakan," jelasnya.
Politikus PKB ini menambahkan, selama ini hanya Makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim yang mampu membukukan pendapatan dari sektor pariwisata. Itu pun jumlahnya terbilang kecil hanya Rp 2,5 miliar per tahun.
Karena itu, untuk meningkatkan sektor wisata dan potensi lain, berbagai langkah akan dilakukan dewan. Salah satunya menyiapkan regulasi agar wisata desa juga diberikan bantuan infrastruktur dan sarana pariwisata.
"Kita berharap pemerintah memberikan bantuan sarana infrastruktur wisata dan potensi desa lain yang akan menimbulkan efek PADes dan PAD," pungkasnya. (hud/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




