Sabtu, 31 Juli 2021 02:06

Pemkab Lamongan Kumpulkan Rp 21,5 Juta dari Denda Pelanggar Protokol Kesehatan

Jumat, 09 Oktober 2020 18:41 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Triwi Yoga Margiono
Pemkab Lamongan Kumpulkan Rp 21,5 Juta dari Denda Pelanggar Protokol Kesehatan
Pelanggar yang terjaring operasi yustisi. (foto: TRIWIYOGA/ BANGSAONLINE)

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Uang denda pelanggar protokol kesehatan Covid-19 yang terjaring operasi yustisi di Lamongan selama 24 hari terakhir mencapai angka Rp 21.500.000.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Lamongan, Irwan Safari mengatakan, jumlah denda tersebut terkumpul sejak hari pertama operasi yustisi dilaksanakan. Tetapi jumlah tersebut masih terus bertambah karena pelanggar ada yang masih belum mengambil berkas.

"Ini dari angka itu ada 44 berkas yang belum diambil, dan per hari ini ada sebanyak 444 pelanggar," katanya, Jumat (9/10/2020).

Irwan menjelaskan, denda yang dikenakan kepada pelanggar protokol kesehatan cukup beragam, mulai dari Rp 10 ribu, Rp 30 ribu, Rp 50 ribu, Rp 75 ribu, hingga Rp 100 ribu.

BACA JUGA : 

Pimpin Operasi Yustisi, Wawali Madiun Borong Dagangan PKL agar Segera Tutup

Gelar Operasi Yustisi, Kapolres Madiun Kota Borong Dagangan Sekaligus Bagikan Sembako

Petugas Gabungan Buru Warga Kota Blitar yang Percaya Diri Tak Pakai Masker di Jalanan

Buka Melebihi Jam Malam Saat PPKM Darurat, Kafe dan Arena Futsal di Blitar Ditutup

"Denda beragam tergantung hakim ketua yang memutuskan. Namun untuk pelanggar yang terkena Rp 100 ribu, itu dikarenakan pelanggar tak hadir dalam sidang," jelasnya.

Denda yang didapatkan ini, lanjut Irwan, seluruhnya akan diberikan ke pemda, dan proses pemberian uang denda ini akan dilaksanakan secara bertahap setiap hari Jumat.

"Sampai 30 September 2020 kemarin, dikembalikan ke kas daerah dengan jumlah Rp 9.35 juta. Sisanya akan dilakukan penyetoran ke kas daerah di rekening Bank Jatim," lanjutnya.

Selain penerapan sanksi, Irwan berharap, petugas yang terlibat operasi yustisi juga selalu memberikan edukasi pada masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

"Saya harap, semua masyarakat Lamongan agar tetap memakai masker guna untuk mencegah penyebaran Covid-19," harapnya. (yog/zar)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...