Minggu, 06 Desember 2020 08:43

Tanya-Jawab Islam: Menggigil 20 Detik, Apakah Tanda-tanda akan Mati?

Minggu, 04 Oktober 2020 22:36 WIB
Editor: Redaksi
Tanya-Jawab Islam: Menggigil 20 Detik, Apakah Tanda-tanda akan Mati?
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.

>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr Wb. Akhir-akhir ini saya merasa aneh sama diri saya sendiri semenjak melihat foto orang meninggal. Saya merasa takut dan saya termenung memikirkan seandainya nanti saya mati, apa yang saya bawa. Saya takut, cemas, campur aduk semuanya, sehingga seluruh tubuh saya bergetar. 20 detik saya mengalaminya. Saya bingung yang saya rasakan itu. Menggigil karena takut atau memang isyarat dari Allah Swt pak ustad? Saya benar-benar takut, saya semakin cemas, susah tidur. (Welsy, Kerinci, Jambi)

Jawaban:

Wa'alaikum salam wr. wb. Tidak semua manusia dikirimi "sinyal" kematian akan segera datang. Banyak orang meninggal tanpa sinyal apapun.

Begitu juga banyak yang merasakan dapat sinyal kematian, tapi dalam waktu lama tidak kunjung mati. Itu berarti "tanda akan datangnya ajal" lebih karena perasaan kejiwaan subyektif seseorang. Kiranya bapak masuk dalam kategori yang terakhir.

Sebetulnya Allah selalu mengingatkan kita bahwa kematian itu dapat sewaktu-waktu datang. Allah berfirman: "Jika ajal kematian telah tiba, maka mereka tidak bisa menunda atau memajukan kematian itu" (QS. Yunus: 49).

Sebagai khalifah Allah di bumi, manusia harus sadar penuh bahwa hidup di dunia hanyalah 'permainan' yang sangat singkat dibandingkan dengan kehidupan di akhirat, sepanjang apapun umur sesesorang.

Karena itu, perasaan dikejar-kejar kematian itu penyakit, yang harus diobati. Sebab perasaan itu, kematian pada saatnya pasti menjemput kita; baik kita pikirkan maupun tidak. Hal paling penting adalah bekal amal yang akan kita bawa mati.

Hiduplah secara normal, tak perlu mikir kematian. Sebab dipikir atau tidak, kematian pasti datang. Apa yang harus ditakutkan? Hiduplah di dunia secara produktif, seakan-akan anda akan hidup selamanya.

Beribadahlah dengan sungguh-sungguh, seolah-olah anda mati besok. "Seakan-akan dan seolah-olah" itu bukan sebenarnya, tetapi itu mendorong kita dapat beramal seimbang untuk kepentingan dunia yang sekaligus berfungsi sebagai bekal hidup setelah kematian untuk akhirat.

Hidup seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat, itulah inti doa kita: Wahai Tuhan, kami berikan kami kehidupan yang layak di dunia dan kehidupan terbaik di akhirat. Jauhkan diri kami dari siksa api neraka! (Qs. al-Baqarah:197). Demikian, Wallahu a'lam. (*)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...