Pengundian nomor urut pasangan calon. (foto: ist).
Sementara itu, pasangan petahana Santoso-Tjujuk Sunario mengatakan, nomor urut 2 berarti keseimbangan dan keberuntungan. Keseimbangan karena di dunia semuanya ada dua sisi, selain itu secara hitungan Jawa tanggal coblosan 9 Desember 2020 hari pasarannya jumlah 11 kalau ditambah menjadi II.
"Nomor urut 2 ini ditakdirkan sesuai dengan kodrat alam. Semua di dunia ini ditakdirkan ada dua sisi. Nomor 2 kita anggap sebagai nomor keberuntungan," ujar Santoso.
Usai melakukan pengundian nomor urut, kedua pasangan calon melakukan pengalungan selempang sebagai bentuk komitmen untuk mengikuti tahapan pilwali secara damai. Kedua calon wali kota nomor urut 1 dan 2 saling mengalungkan selempang, diikuti kedua calon wakil wali kota nomor urut 1 dan 2.
"Ini merupakan upaya bahwa kami tidak hanya sebagai penyelenggara secara teknis, tapi kita juga ikut mengawal agar prosesi berjalan damai. Alhamdulillah, kita lihat kedua pasangan sangat akrab. Secara psikologis keduanya sangat enjoy. Dan kami harap sampai pelaksanaan dan pengumuman pemenang nanti situasi tetap sejuk," ujar Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam.
Hanya sedikit orang yang bisa masuk ke dalam ruangan pengundian nomor urut pasangan calon tersebut. Di antaranya, 5 Komisioner KPU Kota Blitar, 2 Komisioner Bawaslu Kota Blitar, beberapa petugas KPU Kota Blitar, kedua pasangan calon, serta Kapolres Blitar dan Dandim 0808 Blitar. Hal ini dilakukan untuk menerapkan protokol kesehatan memutus penularan Covid-19 sesuai dengan PKPU Nomor 13 Tahun 2020. (ina/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




