Setahun Lampu Mati, Kini Dusun Pecemengan Banyuwangi Terang Berkat Mahasiswa Poliwangi

Setahun Lampu Mati, Kini Dusun Pecemengan Banyuwangi Terang Berkat Mahasiswa Poliwangi Inilah Himpunan Mahasiswa Teknik Manufaktur Kapal (TMK) Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) yang memanfaatkan Program Hibah Desa Binaan (PHDB) untuk menerangi Dusun Pecemengan, Desa Blimbingsari, Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi. foto: Teguh Prayitno/ BANGSAONLINE.com

“Alhamdulillah, tidak ada kendala berarti dalam pembangunan panel surya ini. Karena ini berkat dukungan warga Dusun Pecemengan dan bimbingan dosen pembimbing,” ujar Faid.

Sementara Yeddid Yonatan Eka Darma selaku dosen pembimbing dari TMK Poliwangi mengatakan, panel surya yang dibangun oleh mahasiswanya itu hanya menghasilkan arus DC. Sehingga masih belum bisa dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga.

“Karena keterbatasan anggaran, kita masih belum bisa membeli inverter yang berfungsi mengubah arus DC ke arus AC yang biasanya dimanfaatkan untuk keperluan peralatan rumah tangga,” kata Yeddid.

Kendati demikian, panel surya yang dibangun mahasiswanya itu dapat bertahan hingga 10 tahun dan mampu menyimpan daya listrik hingga 6.000 watt setiap harinya, tergantung cuaca. Artinya, dengan daya 6.000 watt itu berarti panel surya tersebut dapat menyalakan ratusan lampu untuk penerangan kampung Nelayan di Dusun Pecemengan, Desa/Kecamatan Blimbingsari.

“Mudah-mudahan panel surya ini dapat bermanfaat untuk masyarakat kampung nelayan di Dusun Pecemengan ini,” kata Yeddid.

Kerja keras Himpunan Mahasiswa TMK Poliwangi itu pun terbayar dengan antusiasnya warga setempat akan PHDB panel surya pengganti listrik tersebut. Bahkan, salah seorang warga setempat merelakan tanahnya untuk dijadikan tempat pembangunan panel surya.

“Saya mewakili pemerintahan desa dan masyarakat, mengapresiasi adanya program ini. Karena ini sangat membantu kami, khususnya bagi masyarakat kampung nelayan di Dusun Pecemengan,” kata Asnawi, Kepala Dusun Pecemengan, Desa/Kecamatan Blimbingsari.

Asnawi mengungkapkan, sudah setahun terakhir lampu penerangan jalan di dusunnya padam. Sehingga hal tersebut sangat menyulitkan warganya untuk beraktivitas saat malam hari tiba. Terlebih lagi, terkait kepentingan keamanan di Dusun Pecemengan. Sehingga, rasa was-was kerap kali datang, ketika melewati jalan yang gelap tanpa penerangan.

“Sudah satu tahun terakhir lampu penerangan dari Dishub padam. Katanya sih karena defisit anggaran, sehingga lampunya dimatikan. Tetapi dengan PHDB ini, Dusun kami terang kembali karena sudah dibangun panel surya sebagai sumber energi listrik,” ujarnya.

Asnawi pun berjanji, ia bersama masyarakat kampung Nelayan Dusun Pecemengan akan merawat dan menjaga panel surya yang dibangun oleh para mahasiswa Himpunan TMK Poliwangi tersebut. Bahkan, ia berencana meminta bantuan pemerintahan Desa setempat untuk mengembangkannya agar lebih bermanfaat.

“Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih. Khususnya kepada para mahasiswa Himpunan Teknik Manufaktur Kapal Poliwangi atas Progam Hibah Desa Binaan ini,” pungkasnya. (guh) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Cuaca Kurang Bersahabat, Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Ditutup':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO