Selasa, 20 Oktober 2020 19:18

Menjadi Guru Virtual Menyenangkan Buat Siswa dan Menenangkan Orang Tua

Rabu, 26 Agustus 2020 10:30 WIB
Editor: Redaksi
Menjadi Guru Virtual Menyenangkan Buat Siswa dan Menenangkan Orang Tua
Eli Syarifah, S.P. ketika membuat video pembelajaran di studio mini sekolah. foto: ist.

Oleh: Eli Syarifah, S.P.*

Di pertengahan bulan Maret 2020 terjadi perubahan luar biasa di dunia pendidikan dampak terjadinya pandemi Corona (Covid-19), yang melanda bangsa Indonesia dan seluruh dunia. Pandemi itu menyebabkan proses belajar mengajar tidak diperbolehkan secara tatap muka.

Semua pembelajaran dilakukan secara online atau lebih dikenal dengan daring. Mulailah di awal-awal pembelajaran via grup WhatsApp (WA) kelas, lalu bermunculanlah pelatihan-pelatihan webinar buat guru-guru tentang bagaimana membuat video pembelajaran dengan berbagai aplikasi, bagaimana menjadi admin zoom meeting, google classroom, dll.

Ruang-ruang kelas di sekolah sekejap disulap menjadi ruang syuting buat guru-guru. Layar greenscreen, kamera, tripod, lighting, siap menemani sang guru menjelaskan materi pelajaran secara virtual. Wow... ‘Sang Guru’ tetiba ibarat menjadi ‘artis dadakan’ siap menjadi guru yang menyenangkan, cantik, dan ramah menyapa murid-murid via layar handphone atau laptop layaknya pembawa berita atau presenter yang menyapa di layar televisi.

Siap maupun tidak siap, semua guru harus siap menghadapi proses perubahan besar dalam dunia pendidikan ini. Semua terjadi begitu saja, diawali dengan datangnya sang virus kecil berukuran sekian nanometer bernama "Corona".

Sejenak ku teringat delapan belas tahun yang lalu di bangku kuliah di ujung Kota Bogor, saat mengikuti matakuliah ‘Perubahan Sosial’. Menurut pemikiran Herakleitos ‘pantarhei kai uden menei’ (semuanya mengalir dan tidak ada satu pun tinggal tetap).

Herakleitos menganalogikan perubahan sosial ibarat aliran air di sungai. Betul sekali adanya, yang abadi dalam kehidupan adalah sebuah perubahan. That’s true, mau tidak mau, siap maupun tidak siap, setiap perubahan yang terjadi harus kita jalani dan hadapi dalam perjalanan kehidupan ini.

Guru yang tua maupun muda harus menjalani proses pembelajaran secara daring, kerja sama luar biasa antara orang tua, terutama seorang ibu sangat penting sekali. Karena yang mendampingi anak ketika melakukan proses Belajar di Rumah (BDR) adalah orang tua.

Terus bagaimana dengan orang tua yang bekerja? Apakah anak dibiarkan sendiri memegang HP tanpa pengawasan orang tua?

Akhirnya, muncullah sesi-sesi pembelajran di grup-grup WhatsApp (WA) kelas siswa. Bagi yang ibunya tidak bekerja bisa mengikuti kelas online pagi, dan bagi yang ibunya bekerja bisa mengikuti kelas online sore atau malam.

Saya pribadi sebagai seorang guru dan juga ibu dari tiga anak, sungguh dari hati yang paling dalam merasakan keberatan yang luar biasa dengan sistem BDR ini.

Saya membayangkan, bagaimana dengan keluarga yang memiliki anak dua atau tiga, bahkan empat. Sedang HP cuma satu. Walaupun dibuat beberapa sesi, sungguh luar biasa beban sang ibu menemani anak-anaknya secara bergantian, dan tentunya beban HP dengan memori yang rendah dengan aneka format tugas dari guru-guru.

Ketika memberikan tugas buat anak didik, hal tersebut sangat saya perhatikan, karena latar belakang pendidikan wali murid tidak sama dan yang paling sensitif kondisi ekonomi tiap wali murid tentu berbeda-beda.

Yang saya pikirkan paling utama adalah bagaimana saya bisa menjadi guru yang menyenangkan buat siswa, sehingga pelajaran yang saya sampaikan bisa masuk, dan yang terpenting tugas-tugas yang saya berikan tidak memberatkan wali murid karena mereka juga sambil mencari nafkah dan mengurus pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya.

Dalam mengonsep video pembelajaran dan beberapa materi yang akan saya sampaikan nantinya via WA grup kelas, saya membayangkan bagaimana sajian yang akan saya tampilkan benar-benar dinanti siswa-siswa. Ibarat sebuah serial televesi favorit yang mereka tunggu-tunggu.

Diskusi-diskusi kecil dengan tim guru saat rapat rutin Senin pagi sangat membantuku untuk saling sharing dengan beberapa guru selama melakukan pembelajaran daring.

Terkadang kami pun saling bergantian untuk pengambilan gambar, dengan fasilitas yang sederhana dari sekolah kami (karena sekolah kami baru berdiri kurang lebih tiga tahun) kami tim guru berusaha untuk memberikan sajian yang menarik buat murid-murid kami saat melakukan proses Belajar di Rumah (BDR).

Terkadang saya berdiskusi kecil dengan anak kedua saya yang duduk di kelas 4 Sekolah Dasar (SD) tentang bagaimana agar pelajaran tetap menarik walaupun dilakukan secara daring.

Rasa bosan terkadang menyeruak ke dalam jiwa, dan senjata sabarlah yang selalu menenangkan kami.

Membalas dengan sabar chat pribadi dari masing-masing wali murid, karena kondisi tidak bisa bertatap muka secara fisik, maka yang bisa diandalkan hanya konsultasi via WhatsApp.

Melayani wali murid dengan sebaik-baiknya saat pandemi Corona ini sangatlah penting, karena dengan menjawab keluh-kesahnya akan sedikit mengurangi beban pikiran yang berkaitan dengan proses BDR sang anak.

Meminjam istilah salah seorang teman guru, kita mengajarnya sekarang 24 jam via HP, ini menjadi kenangan yang tak akan terlupakan.

Suka-duka seorang guru mengajar kala pandemi Corona, karena guru juga manusia biasa, yang punya rasa lelah, bahkan kehabisan kuota saat tanggal sudah menua, sedang belum waktunya gajian.

Jadi di sini ada dua hal penting yang saya garis bawahi sebagai ikhtiar untuk menjadi guru virtual yang menyenangkan, Yakni yang pertama dengan tidak memberikan tugas yang terlalu berat buat siswa, memberikan sajian materi sesederhana mungkin tapi dengan tampilan yang menarik.

Dan, yang kedua, melayani wali murid dengan sebaik-baiknya, membangun komunikasi yang baik via chat pribadi agar tiap wali murid bisa terbuka tentang kondisi yang sebenar-benarnya, sang anak saat proses Belajar di Rumah (BDR).

Sehingga jika kerja sama dan komunikasi antara guru dan wali murid terjalin dengan baik, maka proses BDR akan berjalan sesuai target dan kami sebagai guru bisa memberikan rasa tenang kepada wali murid. Belajar tetap ceria dan menyenangkan walau dilakukan di rumah.

Yakinlah bahwa Allah tidak akan memberikan kita ujian di luar batas kemampuan kita. ‘Pelangi’ akan muncul setelah hujan deras disertai petir dan angin, ‘Kupu-kupu’ yang indah akan datang setelah mengalami proses metamarfosis yang mengujinya.

Pasti akan datang kemudahan setelah kesulitan. Pandemi Corona ini adalah sebuah momentum buat kita semua untuk semakin meningkatkan kualitas diri kita, kualitas iman, kualitas sabar, kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Begitu pun kita seorang guru, kejadian pandemi Corona ini membuat tiap-tiap guru harus meningkatkan kemampuan IT, kemampuan membangun komunikasi di dunia virtual dengan wali murid.

Ambil sisi positif dari tiap kejadian yang menimpa kita. Tebarkan energi positif di lingkungan sekitar kita. Di saat-saat sulit seperti ini, saling membantu dan meringankan beban adalah sangat penting.

Semoga pandemi Corona ini segera lekas berlalu dan kehidupan bisa berjalan normal kembali, perekonomian pulih kembali bangkit dari keterpurukan yang berkepanjangan ini.

Dan yang paling penting bagi kita, tenaga pendidik bisa mengajar kembali, mendidik murid-murid kita tercinta, mengamalkan ilmu kita untuk menyelamatkan generasi penerus kita dari berbagi pengaruh buruk dunia gadget.

*Penulis adalah Guru di SD Almadany Kedanyang, Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 19 Oktober 2020 22:35 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri ternyata memiliki air terjun yang luar biasa indahnya. Namanya Air Terjun Ngleyangan. Sayangnya, untuk mencapai air terjun yang konon pernah dijadikan tempat bertapa Raja Kediri itu, sangat sulit ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Senin, 28 September 2020 22:43 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*32. waidhrib lahum matsalan rajulayni ja’alnaa li-ahadihimaa jannatayni min a’naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja’alnaa baynahumaa zar’aanDan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua...
Sabtu, 17 Oktober 2020 14:42 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...