Puluhan Aktivis PMII Tuban saat menggelar aksi demo di depan Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban. (foto: ist).
TUBAN, BANGSAOLINE.com - Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban menggelar aksi demo di depan Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban yang berada di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Kabupaten Tuban, Selasa (18/8/2020).
Puluhan massa tersebut mendesak Dinsos P3A untuk mengusut tuntas carut marut penyaluran program BPNT (Bantuan Pangan NonTunai) yang ada di wilayah Kabupaten Tuban.
BACA JUGA:
- Pemkab Tuban Salurkan 42 Hewan Kurban, Dibagikan ke Kecamatan hingga Ormas
- Buka Ruang Kritik Lewat FKP, Satpol PP dan Damkar Tuban Komitmen Tingkatkan Layanan Publik
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
- Mangkrak Sejak 2021 Karena Tak Sesuai Standar MA, Nasib Gedung Baru PN Tuban Belum Jelas
“Usut tuntas penyimpangan yang terjadi dalam program BPNT. Jangan sampai masyarakat miskin menjadi korban,” teriak Korlap Aksi, Choirul Aziz dalam orasinya.
Mereka menduga terjadi praktik penyimpangan dalam penyaluran program BPNT di Tuban. Seperti masih ditemukannya daging ayam busuk, beras berkutu, dan telur tak layak konsumsi yang diberikan kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dalam program tersebut.
Tak hanya itu, massa aksi juga menuding program tersebut menjadi ajang politik bisnis kemiskinan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga merugikan masyarakat yang menerima manfaat.
"Tindak tegas pendamping BPNT yang tidak melakukan tugasnya dengan baik. Mereka jangan hanya mengawasi jumlah, tetapi mengawal dan memastikan program ini tepat sasaran, serta benar-benar diterima warga miskin," tegasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




