Satgas MBG saat sidak di salah satu SPPG
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Pemkab Sampang resmi memasuki fase penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun anggaran 2026 dengan fokus pada perbaikan sistem distribusi.
Pada tahun ini, perhatian utama tidak lagi sebatas perluasan penerima manfaat, melainkan pembenahan tata kelola distribusi yang sebelumnya menjadi bahan evaluasi.
BACA JUGA:
- Polsek Karang Penang Sampang Intensifkan Patroli Sore, Antisipasi Kriminalitas dan Laka Lantas
- Lantik Pengurus Anak Cabang se-Pasuruan Raya, Sekretaris DPD PDIP Jatim Singgung soal MBG
- Menham Pigai Soroti Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, SPPG Dinilai Layak Dihentikan
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
Sekretaris Satgas MBG, Sudarmanta, mengungkapkan pihaknya telah memetakan sejumlah persoalan mendasar, mulai dari prosedur yang dinilai berbelit hingga kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lapangan.
"Kami tidak menutup mata terhadap evaluasi tahun lalu. Tahun 2026 adalah momentum bagi kami untuk melakukan standarisasi ulang. Fokus kami adalah memastikan rantai distribusi lebih ramping dan aplikasi pelaporan jauh lebih responsif," ucap Sudarmanta, Minggu (1/3/2026).
Sebagai langkah konkret, Pemkab Sampang melakukan pembaruan pada Aplikasi Lapor MBG guna meningkatkan efektivitas pengawasan dan pelaporan.
"Sistem ini kini dirancang sebagai early warning system yang terkoneksi langsung dengan sistem dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," pungkasnya. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




