Direktur Eksekutif Accurate Research & Consulting Indonesia (ARCI) Baihaki Sirajt. foto: istimewa
Tingginya popularitas petahana dalam hasil survei, menurut Baihaki tidak lepas dari jabatannya sebagai bupati selama hampir lima tahun yang membuat dikenal oleh masyarakat. Tetapi, itu ternyata tidak terlalu berpengaruh pada elektabiltasnya. "Elektabilitas 34,05%, ini bukan posisi yang aman bagi seorang petahana," ungkap Baihaki.
Sehingga, posisi Hendy Siswanto yang selalu nomor dua setelah petahana, sangat memungkinkan untuk mengungguli petahana di pilkada nanti. "Apalagi bila semua partai bersatu melawan petahana. Peluang mengalahkan petahana menjadi sangat besar," kata Baihaki.
Berdasar hasil survei, selain elektabilitas petahana yang masih di bawah 50%, masyarakat juga merasa kurang puas terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Jember. Tingkat kepuasan publik 36,76%(publik menganggap kinerja Pemkab Jember sangat baik 2,97%, baik 33,7%).
Bahkan, ketika diderivasikan secara personal pada Bupati Faida 35,4% (publik menganggap sangat baik 2,43%, baik 32,97%). Sedangkan Wakil Bupati, Abdul Muqid Arief, 31,08% (publik menganggap sangat baik 2,16%, baik 28,92%). Muqid sendiri sudah menyatakan tak akan mengikuti kontestasi Pilkada Jember 2020.
"Kepuasan publik terhadap petahana terus merosot. Konflik dengan parlemen yang terjadi selama ini menjadi salah satu faktor penyebab," imbuh Baihaki.
Survei yang dilakukan ARCI ini menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel 400 responden dengan margin error +/-5 persen pada tingkat kepercayaan 95%. Survei dilaksanakan tanggal 24-30 Juni 2020. (mdr/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




