Sabtu, 05 Desember 2020 12:19

​Maraknya Pelecehan Seksual dan Pemerkosaan di Bangkalan, Ini Kata Nyai Masnuri

Sabtu, 25 Juli 2020 10:17 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Ida Subaidah
​Maraknya Pelecehan Seksual dan Pemerkosaan di Bangkalan, Ini Kata Nyai Masnuri
Nyai Masnuri usai ziarah kubur ke Maqbaroh Syaickhona Kholil Jumat (24/7).

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Nyai Masnuri Fuad, istri KH. Fuad Amin Imron (Alm) angkat bicara terhadap maraknya pelecehan seksual hingga pemerkosaan perempuan dan anak di Bangkalan. Ia menyayangkan kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan yang eskalasinya semakin meningkat.

Untuk itu, Nyai Masnuri meminta kepada orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan penegak hukum serta pemerintah ikut memberikan pengawasan terhadap kasus-kasus yang saat ini tengah ditangani kepolisian.

"Tsunami media sosial memberikan dampak negatif jika tidak dibarengi dengan pengawasan dan perlindungan terhadap anak. Karena lemah kontrol dari lingkungan terdekat, berimplikasi pemerkosaan perempuan dan anak atau korban kekerasan seksual terus meningkat," tutur Nyai Masnuri pada BANGSAONLINE.com.

Nyai Imas -sapaan akrab Nyai Masnuri- menegaskan, pendampingan orang tua terhadap anak dalam bermain gadget sangat penting, untuk meminimalisasi terjadinya tindak kasus kekerasan dan pelecehan seksual.

"Apalagi sekarang segala kegiatan dilakukan secara daring dari rumah. Maka perlu adanya pengawasan lebih ekstra dari orang tua," kata Nyai Imas usai ziarah ke Pasarean Allahummaghfirlahu RKH. Fuad Amin, Jumat (24/7).

"Sekarang semuanya serba gampang, dan semuanya dapat mengakses media sosial. Terkadang, orang tua malah kalah dengan anak dalam mengakses informasi," ujar dia sambil tersenyum.

Guna mencegah media sosial memberikan dampak negatif kepada anak, Nyai Imas meminta orang tua dapat menjadi sosok sahabat bagi sang anak. "Banyak orang tua yang sibuk. Sehingga anak mencari kebahagiaan di media sosial tanpa adanya pengawasan. Dampaknya, anak terpengaruh dan berujung pada kekerasan seksual, seperti yang terjadi saat ini," ujar dia.

"Peran orang tua, pemerintah, penegak hukum dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan dalam memberikan pendampingan di tengah masyarakat. Pendampingan sangat diperlukan. Ketika lingkungan baik tercipta, insyaallah pola pikir anak juga menjadi baik. Salah satunya dengan memberikan kegiatan yang positif pada anak, khususnya di saat pandemik Covid-19," tuturnya. (ida/uzi/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...