Sabtu, 08 Agustus 2020 13:18

​Dihadang Marinir, Sidang PS Sengketa Tanah Kas Desa di Bulusari Batal Dilaksanakan

Selasa, 14 Juli 2020 17:18 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ahmad Habibi
​Dihadang Marinir, Sidang PS Sengketa Tanah Kas Desa di Bulusari Batal Dilaksanakan
Lokasi sengketa tanah kas desa seluas 4 hektare di Desa Bulusari, Kabupaten Pasuruan. (foto: ist).

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Sidang sengketa tanah kas desa seluas 4 hektare di Desa Bulusari, Kabupaten Pasuruan dengan agenda PS (Pemeriksaan Setempat) oleh Hakim PN Bangil, batal dilaksanakan. 

Kasus sidang sengketa tanah dengan penggugat CV Punika dan tergugat Pemkab Pasuruan itu batal dilakukan, lantaran majelis hakim mendapat penghadangan dari anggota marinir saat hendak masuk melakukan PS.

Sebelum melakukan peninjauan obyek tanah sengketa, Majelis Hakim Tunggal, Octaviawan bertemu pihak terkait, yakni Penasihat Hukum CV Punika yang diwakili Mamat As, Anggota Kejaksaan Bangil yang mewakili Pemkab Pasuruan, dan Kepala Desa Bulusari beserta perangkat desa. Mereka bersama-sama mendatangi lokasi obyek sengketa untuk melakukan pengukuran batas-batas tanah di Dusun Jurang Pelen.

Alasan anggota marinir melarang majelis hakim masuk ke lokasi, karena tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu. Akibat penghadangan tersebut, sempat terjadi adu mulut antara hakim dengan anggota marinir.

Meski mendapat dari penjelasan hakim serta pihak kepala desa tentang maksud tujuan kedatangan mereka, sejumlah anggota TNI AL itu tetap tidak memberikan izin masuk.

“Kedatangan kami ini adalah tugas negara untuk menyelesaikan kasus sengketa tanah kas Desa di Bulusari, tidak ada kepentingan lain. Untuk SOP sudah kami lakukan dengan mengirim surat pemberitahuan kepada Kades selaku kepala wilayah administrasi, ini identitas saya sebagai Hakim PN Bangil," ujar hakim yang akrab dipanggil Iwan ini, Selasa (14/7/2020).

Terkait penghadangan ini, Penasihat Hukum CV Punika, Mamat AS yang ikut ke lokasi mengaku kecewa sekali atas sikap sejumlah anggota TNI AL. "Seharusnya, mereka sebagai abdi negara turut mendukung tugas hakim agar masalah ini bisa cepat selesai," cetusnya.

Kepala Desa Bulusari, Siti, juga menyayangkan sikap personel TNI AL yang kurang welcome dengan kedatangan hakim ke lokasi tersebut.

"Padahal, hakim itu datang untuk melakukan Pemeriksaan Setempat (PS), tujuannya guna mengetahui dengan jelas dan pasti tentang letak, luas, dan batas-batas obyek (tanah) sengketa, tidak ada kepentingan lain. Kami pihak Desa Bulusari juga tidak mempermasalahkan mereka melintas di tanah kas desa," ungkapnya.

Terpisah, Letnan Deny dari Pasmar II Marinir membantah bila anggotanya melakukan penghadangan kepada hakim yang sedang melaksanakan tugas penyelesaian sengketa tanah kas desa yang ada di Bulusari.

”Kita ini welcome kepada hakim yang sedang menjalankan tugas. Permasalahannya memang tidak ada surat pemberitahuan dari pengadilan kepada kami. Misalkan rumah anda dimasuki oleh orang lain tanpa permisi, apa diizinkan?" tukasnya. (bib/par/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...