Rabu, 16 Juni 2021 06:16

Pandemi dan Tanah Retak, Begini Cerita Warga Badut Hadapi Rasa Was-Was

Minggu, 12 Juli 2020 11:11 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Pandemi dan Tanah Retak, Begini Cerita Warga Badut Hadapi Rasa Was-Was
Warga Dusun Badut, Desa Jugo, Kecamatan Mojo saat menunjukkan tanah retak yang terjadi di daerahnya. (foto: MUJI/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Terhitung sejak tahun 2017 lalu, tanah pegunungan yang berada di Dusun Badut, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri mengalami keretakan. Semakin hari, keretakan itu semakin lebar.

Ada 18 warga yang tinggal di RT 05 RW 01 Dusun Badut, di mana lokasi tanah retak itu berada. Mereka mengaku selalu dihantui rasa was-was akan rumahnya kalau tiba-tiba saja tertelan bumi. Lebih-lebih di saat musim hujan dan di waktu malam.

Guna meredam kecemasan warga itu, sejak bulan Maret 2020 lalu, Pemkab Kediri melalui BPBD Kabupaten Kediri telah membuat barak pengungsian yang berjarak sekitar 200 meter dari pemukiman warga. Barak yang terbuat dari tripleks beratap seng itu, untuk sementara bisa digunakan beristirahat terutama di waktu malam.

Yoko Prasetyo, Ketua RT 05 RW 01 Dusun Badut, pernah menjelaskan bahwa di RT-nya ada 6 rumah yang dihuni oleh 18 orang. Saat ini, mereka memilih mengungsi, terutama di malam hari. "Takut terjadi longsor secara tiba-tiba, bila malam hari, kami mengungsi di barak pengungsian. Bahkan, ada warga yang siang malam tidur di barak," kata Yoko.

BACA JUGA : 

Tak Alami Menstruasi, Ani Chasanah Minta PN Kediri Ganti Statusnya Jadi Lelaki Tulen

Datangkan Dokter Spesialis Anak, Home Care Peduli RSUD Gambiran Bantu Rujuk Pasien ke RS Dr. Soetomo

Penelitian Arkeologi Situs Candi Adan-Adan Tahap ke-5 Temukan Sudut Candi dan Dua Gentong

Ditinggal Ayahnya Ambil Tas di Mobil, Bocah Empat Tahun Tewas di Kolam Renang Hotel

Menurut Yoko, keretakan tanah sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2017 lalu. Awalnya, warga tidak terlalu khawatir karena memang hanya sedikit. Tetapi saat ini, keretakan sudah panjang, lebih dari 100 meter. Selain keretakan di tanah, dinding rumah warga juga sudah ada yang ikut retak.

Makanya bila malam, lanjut Yoko, lebih-lebih jika hujan turun, warga akan mengungsi ke barak pengungsian yang telah dibangun oleh BPBD.

Masih menurut Yoko, saat ini warga memang sudah dibantu oleh BPBD Kabupaten Kediri. Selain dibangunkan barak pengungsian, juga sudah dibantu tangki air, toilet, dan matras untuk tidur.

"Harapan kami, pemerintah juga membantu kebutuhan hidup seperti beras dan lauk pauk, mengingat ada warganya yang tidak bisa bekerja," kata Yoko.

Sementara itu, Komandan URC PB BPBD Kabupaten Kediri, Windoko mengatakan bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini, timnya secara rutin selalu mengecek kondisi Warga Badut dan tempat hunian sementara yang telah dibangun.

"Beberapa hari lalu, kami dan tim juga sudah cek kondisi Warga Badut. Kami tampung semua keluhan warga untuk selanjutnya kami laporkan ke pimpinan," ujar Windoko, Minggu (12/7/2020).

Menurut Windoko, sejak tahun 2017 lalu, pihaknya sudah memantau perkembangan area yang retak itu dari waktu ke waktu. Memang, karena keretakan tanah tersebut akibatnya ada 2 dari 6 rumah warga mengalami retak pada pondasi dan dindingnya.

"Alhamdulillah, dari hasil komunikasi saat itu, warga tidak begitu berdampak oleh pandemi ini. Meski begitu, kami akan terus memantau perkembangannya. Jika ada hal yang mendesak, tim tentu akan langsung bergerak ke lokasi," pungkasnya. (uji/zar)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Selasa, 15 Juni 2021 06:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - RUU Pajak makin ramai dan kontroversial. Tapi suara fraksi-fraksi di DPR kali ini menolak. Alias tak mendukung rencana pemerintah.Apa benar ini karena Pilpres sudah dekat? Atau karena para pimpinan parpol belum dipan...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...