Jumat, 14 Agustus 2020 15:27

Pandemi dan Tanah Retak, Begini Cerita Warga Badut Hadapi Rasa Was-Was

Minggu, 12 Juli 2020 11:11 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Pandemi dan Tanah Retak, Begini Cerita Warga Badut Hadapi Rasa Was-Was
Warga Dusun Badut, Desa Jugo, Kecamatan Mojo saat menunjukkan tanah retak yang terjadi di daerahnya. (foto: MUJI/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Terhitung sejak tahun 2017 lalu, tanah pegunungan yang berada di Dusun Badut, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri mengalami keretakan. Semakin hari, keretakan itu semakin lebar.

Ada 18 warga yang tinggal di RT 05 RW 01 Dusun Badut, di mana lokasi tanah retak itu berada. Mereka mengaku selalu dihantui rasa was-was akan rumahnya kalau tiba-tiba saja tertelan bumi. Lebih-lebih di saat musim hujan dan di waktu malam.

Guna meredam kecemasan warga itu, sejak bulan Maret 2020 lalu, Pemkab Kediri melalui BPBD Kabupaten Kediri telah membuat barak pengungsian yang berjarak sekitar 200 meter dari pemukiman warga. Barak yang terbuat dari tripleks beratap seng itu, untuk sementara bisa digunakan beristirahat terutama di waktu malam.

Yoko Prasetyo, Ketua RT 05 RW 01 Dusun Badut, pernah menjelaskan bahwa di RT-nya ada 6 rumah yang dihuni oleh 18 orang. Saat ini, mereka memilih mengungsi, terutama di malam hari. "Takut terjadi longsor secara tiba-tiba, bila malam hari, kami mengungsi di barak pengungsian. Bahkan, ada warga yang siang malam tidur di barak," kata Yoko.

Menurut Yoko, keretakan tanah sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2017 lalu. Awalnya, warga tidak terlalu khawatir karena memang hanya sedikit. Tetapi saat ini, keretakan sudah panjang, lebih dari 100 meter. Selain keretakan di tanah, dinding rumah warga juga sudah ada yang ikut retak.

Makanya bila malam, lanjut Yoko, lebih-lebih jika hujan turun, warga akan mengungsi ke barak pengungsian yang telah dibangun oleh BPBD.

Masih menurut Yoko, saat ini warga memang sudah dibantu oleh BPBD Kabupaten Kediri. Selain dibangunkan barak pengungsian, juga sudah dibantu tangki air, toilet, dan matras untuk tidur.

"Harapan kami, pemerintah juga membantu kebutuhan hidup seperti beras dan lauk pauk, mengingat ada warganya yang tidak bisa bekerja," kata Yoko.

Sementara itu, Komandan URC PB BPBD Kabupaten Kediri, Windoko mengatakan bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini, timnya secara rutin selalu mengecek kondisi Warga Badut dan tempat hunian sementara yang telah dibangun.

"Beberapa hari lalu, kami dan tim juga sudah cek kondisi Warga Badut. Kami tampung semua keluhan warga untuk selanjutnya kami laporkan ke pimpinan," ujar Windoko, Minggu (12/7/2020).

Menurut Windoko, sejak tahun 2017 lalu, pihaknya sudah memantau perkembangan area yang retak itu dari waktu ke waktu. Memang, karena keretakan tanah tersebut akibatnya ada 2 dari 6 rumah warga mengalami retak pada pondasi dan dindingnya.

"Alhamdulillah, dari hasil komunikasi saat itu, warga tidak begitu berdampak oleh pandemi ini. Meski begitu, kami akan terus memantau perkembangannya. Jika ada hal yang mendesak, tim tentu akan langsung bergerak ke lokasi," pungkasnya. (uji/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...