Diserang Tikus, Ratusan Hektare Padi Petani Lamongan Gagal Panen

Diserang Tikus, Ratusan Hektare Padi Petani Lamongan Gagal Panen Bupati Fadeli saat memimpin pembasmian hama tikus bersama Kapolres dan Dandim 0812.

Beruntung lahan pertanian yang mengalami puso tersebut, kata Rudjito, sudah diasuransikan sehingga kerugian yang dialami petani dapat diminimalisir.

"Tanaman yang terserang tikus dan gagal panen seluas 426 hektare sudah mengajukan klaim ke Jasindo, dengan total ganti rugi sebesar Rp 2,556 miliar," ucap Rudjito.

Selain mengakibatkan puso di Kecamatan Tikung dan Maduran, serangan binatang pengerat tersebut juga menyerang lahan tanaman padi di 24 kecamatan, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat.

"Total lahan yang mengalami kerusakan ringan seluas 1.157 hektare, kerusakan sedang 34 hektare, sedangkan kerusakan berat 95 hektare, tapi tidak sampai puso," tuturnya.

Meski demikian, Rudjito menyebut bahwa tingkat serangan hama tikus tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab menurutnya, para petani telah belajar dari pengalaman sebelumnya dan melakukan berbagai langkah antisipasi serangan hama tikus.

"Sekarang ini petani punya teknik tersendiri untuk membasmi tikus, yakni dengan menggunakan setrum, tapi sudah menggunakan teknologi. Jadi hanya ampuh untuk tikus, kalau terkena manusia secara otomatis jeglak (aliran listrik terputus). Kalau tikus yang terkena banyak secara bersamaan juga otomatis jeglak. Alatnya sangat ekonomis, tapi belum kita rekom, karena belum diuji secara resmi," ucapnya.

Selain itu, Rudjito mengatakan, Dinas TPHP Lamongan juga telah melakukan berbagai upaya penanggulangan hama tikus untuk mencegah puso. "Di antaranya melakukan penyediaan umpan racun, pengasapan, dan gropyokan di lahan padi bersama petani," pungkasnya. (qom/zar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO