Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menghadiri panen raya padi di Desa Plumpang.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menghadiri panen raya ketiga padi inbdrida di Desa Plumpang, Kecamatan Sukodadi, Sabtu (15/11/2025).
Yuhronur mengatakan panen kali ini tergolong sukses, karena petani berhasil menjual gabahnya dengan harga cukup tinggi, mencapai Rp7.200 per kilogram.
BACA JUGA:
- Upaya Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng
- Terkait Dugaan Perselingkuhan Eks Camat Karanggeneng, Bupati Lamongan Angkat Bicara
- Genjot Produktivitas Padi, Bupati Lamongan Salurkan Combine Harvester
- Lantik 34 Pejabat, Bupati Lamongan Tekankan Profesionalisme dan Integritas
Tidak hanya itu, capaian pertanian Kabupaten Lamongan juga menjadi yang tertinggi dari sisi produksi padi gabah kering giling (GKG) se-Provinsi Jawa Timur, berdasarkan akumulasi dari penanaman padi selama tahun 2025.
Terhitung selama pada tahun 2025, produksi padi gabah kering giling (GKG) di Lamongan mencapai 904,928 ton GKG. Sedangkan lahan panen tercatat 175.832 hektare dengan provitas 7,33 ton. Sehingga produksi sampai dengan 13 November 2025 adalah 1.285.000 ton.
Yuhronur pun bersyukur atas capaian pertanian di Kabupaten Lamongan yang terus meningkat. Utamanya karena Kabupaten Lamongan menempati peringat pertama di Provinsi Jawa Timur pada produksi padi gabah kering giling (GKG).
"Dan hari ini di Desa Plumpang berhasil melaksanakan panen raya ketiga dengan harga melampaui harga pembelian pemerintah (HPP), yakni 6.500 rupiah per kilogram," tutur Bupati Yuhronur Efendi usai mengikuti panen raya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




