Senin, 17 Mei 2021 04:25

​Kiai Asep Gratiskan SPP dan Makan Ribuan Siswa Hikmatul Amanah, 30 Persen Diterima PTN Favorit

Senin, 06 Juli 2020 14:01 WIB
Editor: MMA
​Kiai Asep Gratiskan SPP dan Makan Ribuan Siswa Hikmatul Amanah, 30 Persen Diterima PTN Favorit
Para siswa-siswi Madrasah Aliyah Hikmatul Amanah saat diwisuda di Kampus Institut KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Ahad (5/7/2020) sore. foto: MMA/ bangsaonline.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Ternyata kedermawanan Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag, tidak hanya berupa penggelontoran sedekah uang, beras, dan sarung kepada masyarakat. Tapi juga dalam bentuk biaya pendidikan untuk anak-anak orang kampung di sekitar Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang dipimpinnya, di Pacet Mojokerto Jawa Timur. Otomatis anak-anak - terutama anak-anak orang tak mampu - tetap bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.  

Mereka ditampung di Madrasah Hikmatul Amanah Bendunganjati Pacet Mojokerto. Kiai Asep bahkan tidak hanya menggratiskan uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) siswa Madrasah Hikmatul Amanah, tapi juga menyediakan bus untuk tranportrasi gratis para siswa-siswa pulang-pergi. Selain itu para siswa juga diberi makan gratis.

Karena itu kiai miliarder tapi dermawan itu berharap tak ada lagi anak-anak muda putus sekolah kerena faktor biaya. “(Sekarang) jangan ada alasan tak meneruskan sekolah. Di Bendunganjati ini saja bisa jadi doktor,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim saat memberi taushiah dalam acara Wisuda Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Hikmatul Amanah di kampus Institut KH Abdul Chalim, Ahad (5/7/2020) sore.

BACA JUGA : 

Sebut Mahfud MD, Kiai Asep Ingatkan Jokowi tentang Menterinya yang Baik dan Tidak Baik

Ajak Ulama Baca Hizib Nashar untuk Israel, Kiai Asep: Ini Tugas MUI

Sowan Idul Fitri, Danrem 082/CPYJ Ngaku Putra Kiai Asep Saifuddin Chalim

Silaturahim dengan MWC se-Mojokerto, Kiai Asep Komitmen Jaga Persatuan Bangsa

(Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, M.Ag, saat memberikan taushiah. Foto: MMA/bangsaonline.com)

Apalagi, kata Kiai Asep, kualitas pendidikan Hikmatul Ummah juga tak kalah dengan lembaga pendidikan lain. Bahkan lebih unggul. Karena itu Kiai Asep yang semasa remaja sangat miskin itu berharap anak-anak muda terus belajar dan mencintai ilmu. “Kalau tidak mampu berarti tidak ada keinginan,” tegas Kiai Asep memotivasi para siswa-siswi yang diwisuda.

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Amantul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu bahkan menantang siswa-siswi yang diwisuda itu untuk menunjukkan prestasi hingga perguruan tinggi. “Kalau ada yang diterima di kedokteran umum saya tanggung biaya kuliahnya,” kata Kiai Asep.

(Para siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Hikmatul Amanah saat diwisuda di Kampus Institut KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Ahad (5/7/2020) sore. Foto: MMA/bangsaonline.com)

Menurut Kiai Asep, nilai seorang pemuda terletak pada cita-citanya. “Cita-cita seorang pemuda itu harus tinggi,” tegasnya sembari mengatakan bahwa Allah SWT sangat suka terhadap orang yang memiliki cita-cita luhur dan tinggi.

Ia juga minta siswa-siswi tak kecil hati. Apalagi, kata Kiai Asep, nasib para siswa-siswi yang diwisuda jauh lebih baik dibanding nasib dirinya saat remaja. Ia lalu menceritakan tetang derita yang menimpa dirinya. “Saya dulu tak ada tempat untuk pulang atau makan,” katanya.

Menurut Kiai Asep, beda sekali dengan siswa-siswi yang kini sekolah di Hikmatul Ummah. “Kalian pulang masih ada rumah dan disertai orang tua,” kata Kiai Asep yang ditinggal ayahnya, KH Abdul Chalim, pada kelas dua SMA sehingga harus berhenti sekolah karena tak ada yang membiayai. “Namun saya bisa meraih cita-cita,” tegasnya. 

Kiai Asep memang bukan hanya guru besar, tapi juga motivator ulung.  

Sementara Ainul Yaqin, Kordinator Madrasah Hikmatul Amanah, kepada BANGSAONLINE.com, menuturkan bahwa semua biaya lembaga pendidikan ini memang ditanggung Kiai Asep. Menurut dia, sekolah Hikmatul Ummah dulu sempat terancam bangkrut. "Pak Tawi lalu datang ke Kiai Asep minta bantuan memperbaiki menajemennya," tutur Ainul Yaqin. Pak Tawi meninggal dunia sekitar sebulan lalu. Kini posisinya digantikan Ainul Yaqin. 

(Ainul Yaqin. foto: MMA/bangsaonline.com)

Kiai Asep menyebut Pak Tawi sebagai pahlawan Hikmatul Amanah. Karena itu saat acara wisuda Kiai Asep mengajak semua yang hadir untuk mendoakan Pak Tawi. Doa untuk Pak Tawi itu dipimpin langsung Kiai Asep sendiri. 

Ainul Yaqin juga menjelaskan bahwa Kiai Asep kemudian menggratiskan semua biaya pendidikan, meliputi uang gedung, SPP, uang operasional bus, hingga nasi, dan sebagainya. Pokoknya semua gratis.

Semula, Kiai Asep menggratiskan biaya semua siswa Hikmatul Amanah itu sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat tak mampu di sekitar Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Tapi sekarang ternyata banyak siswa Hikmatul Ummah yang datang dari luar daerah tersebut. Bahkan ada juga anak dari luar Jawa menjadi murid sekolah Hikmatul Ummah karena gratis.

“Dia (siswa) tinggal di rumah saudaranya di sekitar kampung sini,” tutur Ainul Yaqin sembari menuturkan bahwa jumlah siswa-siswi Hikmatul Amanah kini mencapai 1.000 anak lebih.

Lalu bagaimana dengan lulusan Madrasah Aliyah-nya? Apakah banyak yang meneruskan kuliah? Ternyata cukup banyak yang melanjutkan kuliah. Bahkan 30 persen diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit. Seperti UGM, UIN, dan sebagainya.

“Daftar siswa Aliyah Hikmatul Amanah yang diterima di PTN saya taruh (umumkan) di pintu depan sekolah. Mereka dapat biasiswa,” kata Ainul Yaqin sembari mengatakan bahwa para siswa-siswi Hikmatul  Amanah yang diterima di perguruan tinggi negeri itu dapat biaya lewat bidik misi dan juga beasiswa dari kemenag dan sebagainya.

Acara wisuda itu berlangsung dua kali dalam hitungan jam yang mepet. Pukul 14.00 WIB, wisuda kelulusan 125 siswa Madrasah Tsanawiyah Himatul Amanah. Dua jam berikutnya, pukul 16.00 WIB, di tempat yang sama, wisuda 105 siswa Madrasah Aliyah Hikmatul Ummah. Otomatis Kiai Asep Saifuddin Chalim tampil dua kali memberikan taushiah. 

Kiai Asep lalu mengajak kru HARIAN BANGSA, BANGSAONLINE.COM dan BANGSA TV ke Pondok Pesantren Amanatul Quran yang tiap tahun melahirkan 20 penghafal al-Quran? Bagaimana profil pondok pesantren ini? ikuti laporan BANGSAONLINE.COM berikutnya. (MMA)

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Sabtu, 15 Mei 2021 22:16 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga tabebuya, khususnya yang berwarna kuning, bermekaran lagi di jalanan Kota Surabaya. Bunga berwarna kuning indah itu semakin mempercantik jalanan, terutama jalan protokol pada saat Idul Fitri atau lebaran kali i...
Minggu, 16 Mei 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Pembela utama korban kerusuhan 13 Mei 1998 adalah Ita Fatia Nadia. Aktivis perempuan ini kenyang teror. Bahkan ia pernah diancam oleh Jenderal Sintong Panjaitan.Ancaman itu dilakukan sang jenderal di Istana. Saat Fatia ...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...