Jumat, 14 Agustus 2020 14:53

Tak Berizin, ​Tambak Udang di Cepokorejo Tuban Akhirnya Ditutup

Jumat, 03 Juli 2020 19:38 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Suwandi
Tak Berizin, ​Tambak Udang di Cepokorejo Tuban Akhirnya Ditutup
Wabup Tuban bersama camat menemui warga membahas persoalan tambak udang.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husein akhirnya meninjau langsung lokasi tambak udang yang berada di Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban yang selama ini menjadi keluhan warga setempat, Jumat (3/7/2020).

Di sela-sela kunjungan, wabup menyatakan bahwa untuk sementara tambak udang ditutup, sebab belum memiliki izin.

"Operasional tambak sementara waktu akan dihentikan sembari menunggu pengurusan izin sudah lengkap," ujar Noor Nahar Husein.

Kata dia, tambak udang seluas 15 hektare ini semestinya memiliki izin lengkap, karena memiliki dampak signifikan pada lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, Pemkab Tuban akan berhati-hati dalam melakukan kajian. Bila perlu diperlukan perencanaan dan anggaran yang cukup untuk mendapatkan hasil yang detail.

"Saya berharap warga dapat bersabar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Pemkab Tuban akan melakukan kajian lebih komprehensif untuk mengetahui penyebab terjadinya perubahan air di Desa Cepokorejo. Kajian akan dilakukan secara kewilayahan. Tidak hanya satu desa saja, namun juga mencakup seluruh wilayah pantai dengan memperhatikan kondisi air permukaan, air dalam, dan intrusi air desa wilayah tersebut.

Sementara luas lahan pertanian dan tambak di Desa Cepokorejo sekitar 300-320 hektar. Dari jumlah tersebut, 160 hektar untuk lahan pertanian, sedangkan sisanya lahan tambak.

"Kami menginstruksikan agar pihak kecamatan bersama OPD terkait mendata jumlah tambak lengkap dengan tipe tambak dan sumber airnnya, sehingga didapatkan data untuk menjawab dan memberikan kepastian terkait perubahan air tawar menjadi payau," bebernya.

Wabup yang juga mantan Tanfidziyah PCNU Tuban itu menambahkan, sebelumnya warga Desa Cepokorejo mengeluh karena air yang dikonsumsi sehari-hari berubah menjadi payau. Perubahan air tersebut juga dikhawatirkan akan mengganggu pertanian warga. Warga menduga air yang berubah menjadi payau karena operasional tambak.

"Tapi harus dilakukan kajian lebih lengkap dahulu,” pungkasnya. (wan/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...