Sabtu, 15 Agustus 2020 14:23

FUIB Luruk Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Desak RUU HIP Dicabut Tanpa Kompromi

Senin, 29 Juni 2020 15:13 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ahmad Fuad
FUIB Luruk Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Desak RUU HIP Dicabut Tanpa Kompromi
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, HM Sudiono Fauzan menerima penyerahan maklumat dari Habib Nizar SBA didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri dan Rusdi.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk menyampaikan maklumat tentang penolakan RUU HIP. FUIB juga mendesak DPR RI agar segera menghentikan pembahasan dan pencabutan RUU HIP tanpa kompromi.

Kedatangan mereka dikoordinatori oleh Habib Nizar BSA. Adapun isi maklumatnya terdiri dari 9 poin.

Pertama, TAP MPRS Nomor 25/1966 tentang pembubaran PKI sebagai organisasi terlarang di wilayah NKRI ternyata diabaikan, sehingga sama artinya dengan persetujuan terhadap pengkhianatan bangsa. Kedua, adanya tafsir baru dalam bentuk RUU HIP justru telah mendegradasi eksistensi Pancasila.

Ketiga, memeras Pancasila menjadi Trisila lalu Ekasila, yakni "Gotong Royong" adalah nyata-nyata upaya pengaburan dan penyimpangan makna dari Pancasila itu sendiri, dan secara terselubung itu melumpuhkan keberadaan Sila Pertama, yakni "Ketuhanan yang Maha Esa".

Keempat, meminta DPR RI untuk tetap mengingat sejarah memilukan dan terkutuk yang dilakukan PKI, terutama peristiwa sadis dan tak berperikemanusiaan yang mereka lakukan, khususnya di tahun 1948 dan 1965. Keberadaan RUU HIP patut dibaca sebagai bagian dari agenda itu, sehingga wajib ditolak dan dihentikan dengan tegas tanpa kompromi apapun.

Kelima, konseptor RUU HIP adalah oknum-oknum yang ingin membangkitkan paham komunis, maka wajib diusut dan ditindak oleh yang berwajib. Keenam, mengimbau kepada umat Islam Indonesia agar tetap waspada dengan paham komunis dengan berbagai cara licik.

Ketujuh, mendukung sepenuhnya keberadaan TNI sebagai penjaga kedaulatan NKRI sekaligus Pancasila. Kedelapan, mengajak umat Islam mendukung maklumat MUI pusat dan provinsi.

Terakhir, bila maklumat ini diabaikan oleh DPR RI dan Pemerintah RI, maka umat Islam Indonesia agar bangkit bersatu dengan segenap upaya konstitusional untuk menjadi garda terdepan dalam menolak paham komunis.

Sementara dari pertemuan terbuka yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Pasuruan H. M. Rusdi Sutejo itu, semua anggota fraksi yang hadir mendukung penolakan RUU HIP. Mereka terdiri dari Fraksi PKB, PDIP, dan PKS.

"Maklumat ini nanti saya sampaikan kepada lembaga kami yang paling atas, minimal ke DPRD Provinsi dan kalau memungkinkan langsung ke DPR Pusat," jelas Rusdi Sutejo. (afa/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 15 Agustus 2020 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...