Mobil Laboratorium PCR BNPB sedang melayani swab warga di Gelora Pancasila. foto: ist.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dua unit mobil laboratorium PCR milik BNPB akhirnya kembali lagi ke Kota Surabaya. Hal ini setelah keduanya sempat pamit beberapa minggu lalu untuk kembali ke Jakarta. Kedatangan kedua mobil ini tak lain untuk melanjutkan membantu warga Kota Pahlawan dalam melakukan tes swab secara massal.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa kedua mobil itu saat ini sedang melakukan tes swab di beberapa tempat. Ia menjelaskan bahwa mobil tidak melakukan rapid test lagi karena jumlah reagen yang dimiliki Pemkot Surabaya cukup besar.
BACA JUGA:
- Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Curi Perhatian
- Sterilisasi Gratis Jadi Kado Ulang Tahun Surabaya ke-733, DKPP Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal
- Wali Kota Eri Cahyadi Tunjuk Wawali Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Plh Selama Ibadah Haji
- Kado HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Tambah Empat Mobil Perpustakaan Listrik
“Jadi, sekarang (mobil BNPB itu) langsung melakukan tes swab, karena kebetulan reagen kita besar,” kata Wali Kota Risma di Balai Kota Surabaya, Minggu (27/6).
Ia memaparkan tes swab ini terus dilakukan sembari menyisir kawasan yang di wilayah itu ada warga berstatus terkonfirmasi Covid-19. Tidak hanya tempat tinggal saja yang dilakukan penyisiran, namun lokasi atau tempat pasien bekerja pun juga demikian. “Saya memetakan wilayahnya. Termasuk kalau dia bekerja di mana langsung kita cari,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita menjelaskan bahwa dua unit Mobil Laboratorium PCR milik BNPB itu kembali lagi ke Surabaya lantaran Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersurat kepada Kepala BNPB. Dalam suratnya itu, Risma memohon kepada BNPB supaya mobil tersebut dihadirkan lagi ke Surabaya untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Surabaya.
“Hari ini langsung dioperasikan dua unit mobil tersebut, ada yang melakukan tes di hotel Asrama Haji dan ada pula yang di Gelora Pancasila,” kata Feny, sapaan Febria Rachmanita.
Menurutnya, semakin banyak pemeriksaan yang dilakukan, maka semakin banyak pula ditemukan kasus. Dengan begitu, maka akan bisa melakukan pengobatan sedini mungkin supaya dia bisa sembuh dari Covid-19 ini. “Tetapi kalau tahunya sudah dalam level yang parah, maka tentu akan lebih susah untuk disembuhkan,” ujar Feny.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




