Achmad Amir Aslichin. foto: ist.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Pandemi Covid-19 berdampak pada hampir semua sektor, termasuk pariwisata. Karena itu, Pemrov Jatim, kabupaten maupun kota diminta lebih inovatif dan kreatif untuk kembali menghidupkan tempat wisata dengan aturan protokol kesehatan yang tepat.
Anggota DPRD Jatim Achmad Amir Aslichin mengatakan, sektor pariwisata di beberapa daerah di Jatim sangat terpukul dengan adanya wabah virus Corona. Jumlah pengunjung obyek wisata merosot tajam.
BACA JUGA:
- Kader PKB Jatim Salurkan 1.055 Hewan Kurban ke Pesantren dan Warga
- Sosialisasi Pendidikan Moral Islamiyah, Anggota DPRD Jatim Aida: Pondasi Generasi Muda Berdaya Saing
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Pemprov dan DPRD Jatim Setujui 2 Raperda Strategis
Bahkan, ada kebijakan untuk menutup tempat pariwisata karena antisipasi penularan virus menular tersebut. “Nah di saat masa transisi new normal, pengelola pariwisata harus berbenah,” cetus Achmad Amir Aslichin, di Sidoarjo, Jumat (19/6).
Anggota Komisi B DPRD Jatim ini menyatakan, pembukaan tempat wisata, harus dengan protokol kesehatan. Yakni menyediakan alat thermo gun saat masuk area wisata, tempat cuci tangan dan hand sanitizer.
Pengunjung juga diwajibkan memakai masker. Jika jumlah pengunjung sudah padat maka pengelola wajib menyetop pengunjung untuk masuk area wisata.
Menurut alumnus Universitas Airlangga ini, inovasi untuk menarik wisatawan harus dilakukan tanpa harus meremehkan penyebaran Covid-19. Karena itu, disiplin yang ketat harus dilakukan oleh pengelola dan pengunjung wisata. “Kita tetap harus sama-sama menjaga diri,” jelas Mas Iin, panggilan karib Achmad Amir Aslichin.
Dia mencontohkan, wisata di Sidoarjo juga harus dikelola dengan baik untuk mendatangkan wisatawan. Misalnya, Candi Pari, Kampung Budaya Wunut Porong, Wisata Geopark Lumpur, hingga Pulau Lusi di Dusun Tlocor, Kecamatan Jabon.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




