Kamis, 03 Desember 2020 07:11

Hasil Razia Transisi New Normal, Pengendara Mobil Banyak Melanggar

Kamis, 18 Juni 2020 15:41 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Catur Andy
Hasil Razia Transisi New Normal, Pengendara Mobil Banyak Melanggar
Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Polri, serta TNI turun ke jalan menggelar razia gabungan.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Perjalanan Rudi Mulya terganggu. Di Jalan Pahlawan, dia diminta menepi oleh Satpol PP. Pasalnya, pengendara mobil itu melanggar aturan Transisi New Normal, yakni tidak mengenakan masker.

Berulang kali Rudi menyampaikan alasannya. Dia berdalih sudah menyiapkan penutup wajah sebelum berangkat bekerja. Namun, tertinggal di meja.

"Tidak sengaja Pak," cetusnya.

Namun, alasan Rudi tidak bisa diterima petugas. Sanksi tetap dikenakan. Warga Desa Wonoayu itu harus menyerahkan KTP miliknya.

Lain halnya dengan Hidayat. Warga Desa Lebo, Sidoarjo itu sebenarnya membawa masker, namun disimpan di dalam tas. Saat dihentikan petugas, dia berdalih.

"Saya pakai saat keluar mobil," ujarnya.

Berulang kali, tim gabungan menggelar razia gabungan. Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Polri, serta TNI turun ke jalan. Memelototi pengendara agar mengenakan masker dan menjaga jarak.

Namun, masih saja banyak pengendara yang melanggar. Mereka tidak mengenakan masker. Meski sudah ada regulasi Transisi New Normal. Di dalam Perbup 44 Tahun 2020 disebutkan bahwa seluruh aktivitas warga di luar rumah harus mengenakan masker.

Kasatpol PP Sidoarjo, Widiyantoro Basuki menjelaskan bahwa warga belum mematuhi aturan. Dari razia di Jalan Pahlawan kemarin, sebanyak 45 pengendara ditindak.

"Karena tak pakai masker," terangnya.

Perinciannya, sebanyak 20 pengendara roda dua yang tidak memakai masker. Selebihnya, 25 pengendara roda empat.

"Banyak pengemudi mobil yang tak patuh aturan," jelasnya.

Wiwit, sapaan akrab Widiyantoro mengatakan, pengendara masih memandang remeh corona. Mengambil risiko tak memakai masker.

"Padahal memakai masker salah satu cara mencegah penularan corona," ucapnya.

Menurutnya, pengendara berpotensi terpapar Covid-19. Tidak hanya pemakai kendaraan roda dua, pengendara mobil pun sama. Pasalnya, virus dari Tiongkok itu tak kasat mata.

"Lebih baik antisipasi pakai masker," tegasnya.

Pria asal Sidokare itu menambahkan, razia bakal digelar berkala. Terutama di jalan-jalan protokol. Bagi warga yang melanggar, sanksi berat menanti, yakni penyitaan KTP.

"Sanksi sosial membersihkan jalan juga tetap dijalankan," pungkasnya. (cat/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...