Saat diberikan kesempatan dialog, beberapa peserta webinar mencecar beberapa kritik kepada Kemenag, namun Kakanwil tidak bersedia menanggapi. "Kita sudah sepakat hanya sharing knowledge," tegas Zayadi.
Roisudin Bakri, Praktisi Travel haji-umrah mengkritik Kemenag yang terlalu cepat memutuskan untuk membatalkan haji.
"Saya sepakat dengan kritik Ketua PBNU, bahwa Kemenag terlalu tergesa-gesa. Kalau alasannya karena tidak ada waktu untuk persiapan, itu berarti hanya memikirkan haji reguler. Padahal untuk haji plus (khusus), tidak perlu persiapan lama," tandas Roisudin.
Peserta dari Stagen, Muthi’ah, mengkritisi penggunaan dana jemaah haji. "Jemaah pengajian saya di Muslimat, selalu bertanya, kira-kira untuk apakah dana haji mereka," ujarnya.
Jemaah haji dari Jawa Timur yang batal berangkat haji tahun 1441 ini ada sebanyak 34.516 orang. Mereka kebanyakan bisa menerima keputusan Menteri Agama tentang pembatalan haji ini.
"Di wilayah saya, hampir semua jemaah haji yang batal berangkat menyatakan tidak menarik uangnya. Mereka bisa menerima dengan sabar dan bisa memahami kondisi ini," ujar Abdul Haris Hasan, Kakankemenag Bangkalan yang turut hadir dalam webinar itu. (dur/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




