Prof M Nur Yasin, Guru Besar UIN Malang.
"Warga dengan kesadarannya menggunakan masker, membiasakan cuci tangan menggunakan sabun dan menjaga hubungan di masyarakat supaya tetap kondusif," kata Luthfi-panggilan akrab Ahmad Luthfi.
Polda Jawa Tengah, lanjutnya, mengerahkan 10.300 personil dari total jumlah polisi 33 ribu personil. Dari sisi keamanan katanya, Polda Jawa Tengah juga terus memantau setiap perkembangan situasi dan kebijakan pemerintah.
Sebelum mengakhiri materinya, Kapolda menyampaikan bahwa banyak orang salah paham tentang banyaknya narapidana yang dipulangkan.
"Pembebasan narapidana asimilasi itu keputusan Kemenkumham, bukan kepolisian, dengan pertimbangan pandemi Covid-19. Alhamdulillah di Jawa Tengah tetap aman dan tidak ada kejadian menonjol. Kita terus pantau melalui Babinsa," kata Luthfi.
Sementara soal pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau Bantuan Sosial Tunai (BST) telah ditemukan beberapa kejadian, namun tetap bisa dikendalikan.
"BLT itu maksudnya untuk menggerakkan roda perekonomian, supaya ada perputaran transaksi selama tiga bulan. Kesalahannya, justru dipakai membeli baju lebaran oleh penerimanya," tandas Kapolda.
Bukan hanya itu, juga ditemukan data bahwa ada pelanggaran di lapangan. "Ada mark up dan ada pak lurah yang mendata keluarganya supaya dapat BLT," tambah Luthfi.
Seminar yang dipandu Choliq Baya, wartawan senior Jawa Pos grup itu semakin semarak karena diikuti alumni UINSA dari beberapa propinsi diantaranya Jawa Timur, Madura dan Kalimantan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




