Ketinggian Genangan Air Berkurang, Sekolah di Sidoarjo Masih Terendam Banjir

Ketinggian Genangan Air Berkurang, Sekolah di Sidoarjo Masih Terendam Banjir SMPN 2 Tanggulangin yang terendam banjir.

Lantaran kapasitas pompa kecil, pemompaan berjalan tak optimal. Untungnya, beberapa hari terakhir, hujan tak mengguyur kawasan Tanggulangin. "Ditambah lagi adanya pompa air pemkab, sehingga cepat surut," jelasnya.

Sama seperti Rida, Al Hadi berharap genangan cepat surut. Pasalnya, pihak sekolah dan pemkab berencana akan membangun sekolah. Lantainya akan ditinggikan 50 cm. "Kontraktor sudah datang ke sekolah. Pekerjaan peningkatan menunggu banjir tuntas," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Irigasi dan Pematusan DPUBMSDA (Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air) Sidoarjo, Shanty Wahyu Anggraini mengatakan, sejak minggu lalu pompa air terus bekerja. Dua pompa air itu, bekerja 24 jam. "Agar tidak balik, kami perkuat Kisdam Banjarpanji," jelasnya.

Selain pemasangan pompa air, pemkab juga mempercepat normalisasi sungai. Titik sungai yang dikeruk, yakni Saluran Gedangrowo Bawah menuju Saluran Banjarpanji. Total panjang afvour yang dikeruk mencapai 2 km. "Saat ini normalisasi sudah berjalan," jelasnya.

DPUBMSDA memetakan penyebab genangan di Kedungbanteng. Dari telaah, banjir dipicu dua penyebab. Pertama, adanya penurunan tanah. karena Kedungbanteng berdekatan dengan kawasan tanggul lumpur.

Aktivitas semburan lumpur membuat kontur di dalam tanah berubah. Isi bumi menyembul keluar. Alhasil, permukaan tanah turun.

Penyebab kedua, yakni sedimentasi. Sungai dan saluran air dipenuhi endapan. Afvour yang semula dalam, menjadi dangkal.

Menurut Shanty, dalam waktu dekat DPUBMSDA bakal membangun jalan dan saluran air. Jalan ditingkatkan. "Saluran air dibangun untuk menampung air," ucapnya. (cat/zar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO