Sabtu, 15 Mei 2021 10:01

Polisi Akhirnya Periksa Korban Budak Seks di Sidoarjo

Selasa, 06 Januari 2015 22:56 WIB
Editor: Revol
Wartawan: Nanang Ichwan

SIDOARJO (BangsaOnline) - Janji penyidik untuk mengusut laporan kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh Toifin (50) warga Desa Tenggulunan Kecamatan Candi pada sebut saja Mawar (15) salah satu pelajar SMA di Sidoarjo, benar-benar ditepati. Kemarin, Mawar mendatangi Mapolres Sidoarjo beserta Tim Kuasa Hukum yang dikomandani M. Sholeh S.H untuk menjalani pemeriksaan di unit PPA Satreskrim Polres Sidoarjo.

"Korban menjalani proses pemeriksaan dari pihak kepolisian," ujar M Sholeh di Mapolres Sidoarjo.

Sholeh mendesak pihak kepolisian harus secara tegas mengungkap kakek yang telah melakukan pencabulan pada keponakannya tersebut hingga tuntas.

"Kami, tidak mau lagi ada korban lainnya. Biar pelaku sadar dan kembali jalan yang normal," ujarnya.

BACA JUGA : 

​Paus Pertimbangkan Pastor Nikah: Antara Modifikasi Selibat dan Kekerasan Seksual

Geger Disertasi Abdul Aziz, Rais Syuriah PBNU: Millk Al-Yamin Tertutup, Islam Sudah Hapus Perbudakan

Kakek Bejat di Sidoarjo Tega Jadikan Keponakan Budak Seks

Kakek Bejat Cabuli Balita 3,5 Tahun

Sementara KBO Satreskrim Polres Sidoarjo Ipda Samad mengatakan pemeriksaan ini sesuai hasil yang ditelah direncanakan.

"Rencananya kalau tidak hari Senin, ya Selasa. Dan kami baru bisa memeriksa hari Selasa (6/01),” tandasnya.

Sebagiaman diberitakan, perbuatan kakek Toifin (50) sungguh bejat. Dia tega menjadikan keponakannya, Mawar (15) salah satu pelajar SMA di Sidoarjo sebagai budak seks. Tragisnya, perbuatan bejat tersebut dilakukan sejak keponakannya masih kelas 5 SD.

Orangtua Mawar setelah mendengar pengakuan dari anaknya yang telah diperlakukan sebagai budak seks, akhirnya didampingi kuasa hukumnya, M Sholeh SH melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Sidoarjo. Bukti laporan tertuang dalam nomor laporan polisi yakni LBP/366/XII/2014/Jatim/ResSDA tertanggal 6 Desember 2014 lalu.

Jarak rumah korban dengan rumah Toifin, sebenarnya cukup dekat hanya berjarak sekitar 100 meter. Sehingga Mawar sering disuruh ke rumahnya di Porong untuk membantu pekerjaan disitu.

Perbuatan bejat tersebut berawal dari korban disuruh memijit pelaku hingga akhirnya terjadi perbuatan layaknya hubungan suami istri yang kemudian terjadi berulang kali.

Namun, sejak Mawar duduk di bangku SMP hingga menjelang memasuki bangku SMA, ketika diminta datang ke rumah Toifin, mawar sudah tidak mau karena ujung-ujungnya akan selalu dijadikan budak seks.

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 15 Mei 2021 09:10 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Kerusuhan 13 Mei 1998 terus diperingati oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia. Korban aksi anarkis itu sebagian memang etnis Tionghoa.Uniknya, mereka memperingati dengan menyajikan rujak pare dan sambal jombrang. Apa maksud...
Kamis, 13 Mei 2021 19:51 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...