Harga Rajungan Tinggal Rp 20 Ribu per Kg, Nelayan di Bangkalan Berharap Bantuan Pemerintah

Harga Rajungan Tinggal Rp 20 Ribu per Kg, Nelayan di Bangkalan Berharap Bantuan Pemerintah Perahu milik nelayan yang tak melaut sedang bertambat di dermaga.

(Salah satu nelayan sedang membersihkan rajungan hasil tangkapan)

Sementara Mostar, salah satu nelayan Arosbaya mengaku sudah tidak melaut dalam beberapa hari belakangan ini, lantaran merugi karena banyak agen-agen yang tutup.

"Walaupun kita kerja dengan harga jual 20 ribu per kilonya, kita tetap rugi. Dana operasi umpan 100 ribu, solar dan bensin 50 ribu, dan karyawan 50 ribu. Jadi babak belur kalau pas dapatnya 10 kilo. Tapi, kalau dapatnya 5 kilo, kan makin rugi. Mendingan gak usah kerja aja," ujarnya sambil tersenyum.

Dengan keadaan sulit seperti ini, ia mengharapkan bantuan dari pemerintah, untuk mencukupi perekonomian keluarganya selama pandemi Covid-19.

"Katanya sih ada bantuan dari pemerintah, tapi sampai sekarang belum ada bantuan sama sekali. Jadi saya harap jika bantuan itu memang ada, mohon segera direalisasikan," pungkasnya. (ida/uzi/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO