Jumat, 03 Juli 2020 02:21

Ini 4 Sanksi Bagi Warga yang Melanggar Ketentuan PSBB, Polisi di Sidoarjo Kerahkan 1.500 Personel

Minggu, 26 April 2020 16:28 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Ini 4 Sanksi Bagi Warga yang Melanggar Ketentuan PSBB, Polisi di Sidoarjo Kerahkan 1.500 Personel
Polresta Sidoarjo juga menyiapkan 21 titik check point untuk menghalau kendaraan pemudik.

Ketentuan sanksi bagi pelanggar aturan PSBB tertuang dalam Bab X sanksi pasal 29. Pelanggar dikenakan hukuman administratif. Ada empat jenis sanksi.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kota Delta Sidoarjo termasuk wilayah yang bakal menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sejumlah langkah persiapan dilakukan Polresta Sidoarjo. Mulai dari pengerahan personel yang diterjunkan, pengamanan wilayah, serta sanksi bagi warga yang melanggar aturan.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji menjelaskan peraturan bupati (perbup) PSBB sudah tuntas disusun. Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat turut dilibatkan dalam merancang regulasi tersebut. Kini, kota delta tinggal menunggu finalisasi dari Pemprov Jatim.

Agar PSBB berjalan lancar, Polresta Sidoarjo menyiapkan sejumlah langkah. Pertama menyiapkan personel. Total sebanyak 1.500 pasukan diterjunkan. Mereka bertugas mengamankan Sidoarjo.

Anggota disebar ke seluruh kecamatan dan desa. Polisi tidak bertugas sendirian. Korps Tribrata itu dibantu TNI serta warga setempat. "Warga yang menjadi anggota gugus tugas juga wajib menjaga wilayahnya," terangnya.

Salah satu titik yang menjadi perhatian polisi, yaitu obyek vital daerah. Seperti Pendapa Delta Wibawa, Kantor DPRD, kantor pemkab, minimarket, pabrik, serta SPBU. Petugas berupaya mencegah adanya tindak kejahatan. Contohnya, penjarahan serta perampokan.

Sebagai solusi, Sumardji meminta polisi terus mengintai obyek vital. Pengawasan terus menerus dilakukan. "Polisi dan TNI terus patroli. Tidak boleh berhenti," jelasnya.

Penerapan PSBB di Sidoarjo berjalan 14 hari. Terhitung mulai 28 April hingga 11 Mei. Dalam massa pemberlakuan karantina wilayah itu, warga diimbau tetap berada di rumah.

Di dalam aturan tersebut, ada pemberlakuan jam malam. Fungsinya membatasi aktivitas warga. Jam malam itu dimulai pukul 21.00 - 04.00.

Warga yang beraktivitas di luar rumah diharuskan memakai masker. Pengendara roda empat maksimal mengangkut separuh dari total kapasitas kendaraan. Pengendara motor tetap bisa membonceng, asal yang dibonceng merupakan keluarga dalam satu KK.

Sedangkan ojek online (ojol) dilarang mengangkut penumpang. Ojol hanya diperbolehkan mengantar makanan.

Kafe, warkop, serta warung makanan tetap buka. Pemkab dan Polresta tidak melarang berjualan. Namun, pedagang hanya bisa melayani penjualan lewat pesanan atau take away. "Kami tidak mematikan perekonomian. Ekonomi harus tetap berjalan," jelasnya.

Sumardji berharap warga kota delta mematuhi aturan tersebut. Bagi yang nekat melanggar, pihaknya tak segan memberikan sanksi. Ada tiga jenis hukuman yang dikenakan bagi warga dan pelaku usaha yang melanggar.

Ketentuan itu tertuang dalam Bab X sanksi pasal 29. Pelanggar dikenakan hukuman administratif. Ada empat jenis sanksi. Yaitu teguran lisan, teguran tertulis, tindakan pemerintahan yang bertujuan menghentikan pelanggaran, hingga pencabutan izin sesuai dengan kewenangannya. "Penerapan sanksi sesuai kadar pelanggaran," jelas Mantan Kasubdit Regident Polda Metro Jaya itu.

Sementara itu, dua hari ini polisi melakukan penyekatan di beberapa titik perbatasan Sidoarjo. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi warga yang hendak mudik ke Sidoarjo. Pemudik yang terjaring diminta putar balik.

Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Eko Iskandar mengatakan sebanyak 43 kendaraan yang terjaring polisi. Ketika ditanya petugas, pengendara mengaku hendak mudik. "Langsung kami minta kembali," jelasnya.

Terhitung ada 21 titik check point. Tersebar di wilayah perbatasan Sidoarjo. Dua tiga titik utama di Waru, exit Tol Sidoarjo, serta di Porong.

Eko mengatakan, seluruh kendaraan yang melintas langsung diperiksa oleh petugas. Terutama kendaraan bernopol di luar plat W dan L. "Plat W dan L kami berikan kelonggaran," ucapnya.

Mantan Kasatlantas Pasuruan itu menjelaskan, kegiatan pemeriksaan dilakukan secara humanis. Warga diberikan pemahaman agar tidak mudik. "Untuk memutus mata rantai penyebaran korona," pungkasnya. (cat)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Rabu, 01 Juli 2020 09:19 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan al...