Jumat, 03 Juli 2020 02:39

Polisi Terus Dalami Kasus Begal Jabon, Diduga Pelaku Komplotan Lama

Jumat, 24 April 2020 19:07 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Polisi Terus Dalami Kasus Begal Jabon, Diduga Pelaku Komplotan Lama
Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji saat menjenguk korban di rumah sakit, beberapa waktu lalu.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Polisi terus memburu kawanan bandit begal yang beraksi di Desa Trompoasri, Jabon. Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga komplotan lama. Kerap menjalankan aksi pencurian dengan kekerasan (curas). Bahkan tega bertindak sadis hingga menghabisi nyawa korban.

Polisi menemukan sejumlah bukti. Temuan tersebut dihimpun dari keterangan saksi serta korban. Di antaranya jumlah pelaku, serta cara kerja kawanan penjahat.

Dari keterangan korban, Zakaria, ada empat bandit. Mereka mengendarai sepeda motor. Salah satunya membacok pergelangan tangan kiri Zakaria.

Polisi menduga, jumlah pelaku lebih dari empat orang. Mereka berbagi peran. Ada yang mengintai korban dari bank. Ada juga yang bertugas sebagai eksekutor.

Saat beraksi, pelaku terbilang sadis. Dari hasil pemeriksaan, Zakaria mendapatkan empat luka sayatan. Hasil sabetan pedang. Yaitu di pergelangan tangan kiri, paha sebelah kiri, punggung, serta jemari tangan.

Temuan terakhir, yaitu cara kerja kawanan bandit tersebut. Dari penelusuran, polisi menilai pelaku sudah merencanakan aksinya jauh-jauh hari. Mereka hafal jalan yang dilalui Zakaria setelah mengambil uang.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji menjelaskan penyelidikan kasus begal Jabon terus berjalan. Polisi sudah mengumpulkan keterangan saksi dan korban. "Masih kami dalami," paparnya.

Tak hanya itu, polisi pun sudah melihat rekaman CCTV di bank. Namun, Sumardji enggan membuka hasil penyelidikan tersebut. "Secepatnya kami tangkap," tegasnya.

Untuk menangkal begal, pria asal Nganjuk itu bakal menerjunkan seluruh personel. Petugas diminta menindak tegas penjahat jalanan. "Tindakan terukur tembak di tempat," paparnya.

Sementara itu, korban begal Jabon, Zakaria mulai pulih. Dia menjalani operasi tendon pergelangan tangan kiri. Sejumlah luka sayatan pun dijahit.

Devi Mufidah, putri Zakaria menuturkan, ayahnya masih ingat betul ciri-ciri pelaku. Tiga pelaku tinggi besar. Rambutnya gondrong. Satu berbadan pendek. "Logatnya bahasa Jawa," tuturnya.

Mahasiswa salah satu universitas di Malang itu berharap polisi segera menangkap pelaku. "Sampai saat ini bapak masih geregetan. Pelaku harus tertangkap," jelas perempuan 22 tahun itu. (cat/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Rabu, 01 Juli 2020 09:19 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan al...