Selasa, 02 Juni 2020 23:48

Dua Hari Tak Keluar Rumah, Warga Sidoarjo Ditemukan Tewas di Kamar, Diduga karena OD

Rabu, 01 April 2020 18:57 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Dua Hari Tak Keluar Rumah, Warga Sidoarjo Ditemukan Tewas di Kamar, Diduga karena OD
Mayat korban saat dievakuasi.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Terhitung sudah dua hari Hendra (48) tak terlihat. Warga Perumahan Surya Residence, Cluster Sapphire, Buduran itu mengunci diri di dalam rumah. Warga yang resah mendatangi rumahnya. Saat dilihat, pria 48 tahun itu telah tewas terlentang di tempat tidur.

Kapolsek Buduran Kompol Sujud menjelaskan, warga yang pertama kali melihat Hendra meninggal yaitu Arifa (41). Kala itu dia mencium bau tak sedap. Bau busuk itu berasal dari rumah Hendra.

Arifa kemudian berupaya menghubungi istri Hendra, Diana. Perempuan 41 tahun itu meminta Diana menghubungi Hendra. "Namun tidak ada jawaban," cetus Sujud.

Karena penasaran, Arifa memutuskan mendatangi rumah Hendra. Dia mengajak anaknya Zaki. Sampai di depan rumah, Arifa berulang kali mengetuk pintu. Sayangnya tak ada jawaban.

Arifa curiga. Pasalnya bau busuk semakin menusuk. Dia lantas mengarahkan pandangan ke jendela kamar. Sontak dia kaget. Hendra terlihat tidur terlentang. Tak mengenakan pakaian. "Perutnya membesar," terang Sujut.

Arifa bergegas melaporkan kejadian tersebut ke RT. Lantas, warga menghubungi polsek Buduran. Selang beberapa menit, Tim inafis Polresta Sidoarjo dan Polsek Buduran tiba di lokasi.

Ketua RT 3, Suprapto mengatakan korban dikenal pendiam. Aktivitasnya banyak dihabiskan di dalam rumah. "Keluar hanya membeli makanan," jelasnya.

Petugas segera memasang garis polisi. Sesuai aturan, evakuasi jenazah hanya dilakukan petugas kesehatan. Pukul 15.22 WIB, petugas RSUD Sidoarjo datang. Dengan memakai pakaian Alat Pelindung Diri (APD), mayat dimasukkan ke dalam kantung jenazah.

Saat itu, Diana tampak datang ke lokasi. Dia berbincang dengan Sujut. Polisi berupaya mengorek penyebab kematian Hendra.

Hendra dan Diana sudah tidak tinggal bersama dalam satu rumah. Tepatnya sejak tiga tahun lalu. Diana hidup bersama anaknya di wilayah Candi. Sedangkan Hendra tinggal sendirian di rumahnya.

Menurut Sujut, Jumat minggu lalu, Hendra sempat menghubungi Diana. Dia mengeluh napasnya sesak. "Sebelumnya, dia dirawat di Surabaya karena sakit typus," jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun, korban kerap memakai narkoba. Diduga, kematian itu disebabkan overdosis (OD) narkoba.

Menanggapi hal itu, Sujut belum bisa memastikan. "Perlu pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya. (cat/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Senin, 01 Juni 2020 12:19 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<...